Terlalu dalam, memikirkan sodara yg hidupnya susah
Setiap staycation di hotel sama suami, saya merasa bersalah seolah jadi org yg nirempati. Makin mewah kamarnya makin merasa salah π Setiap ke mall ngajak Hana ke Playground, makan di resto pricey sy jg merasa bersalah seolah saya menjadi org tone deaf congkak
I'm TOO empathetic sampai sampai menikmati hidup jadi sulit
Orang yang dasarnya emang baik, tapi temen deketnya dikit, biasanya punya vibe kayak gini...
1. Sering banget ngasih ke orang lain, tapi jarang ngerasa bener-bener dapet balik yang setara.
Mereka selalu ada, penuh empati dan support, tapi...
@asawavy Jangan dilepas kl calon suaminya memang ada effort untuk maju. Suami yg menenangkan disaat kita butuh pelukan penting banget. Thanks God, suami saya selalu kasih pelukan hanya dengan liat wajah saya yang penuh masalah. Dan sudah berlangsung 18 tahun masa perkawinan π
HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
βLast seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.β
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.
Cantik sekali kalimat ini;
βhiduplah dengan tenang dan sebaik mungkin. bahagiakan dirimu tanpa perlu menunggu siapa pun. carilah hal-hal yang membuat hatimu hidup, lalu hargai setiap detik kebahagiaan itu. jadilah manusia yang memanusiakan manusia. tapi ingat, sebelum mencintai orang lain, belajarlah mencintai dirimu sendiri. karena orang yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaanmu adalah dirimu sendiri.β
Ada orang yang sejak kecil sudah terbiasa menjalani semuanya sendiri.
Tidak punya banyak tempat bersandar selain dirinya sendiri dan Tuhannya. Dari kecil dia belajar jatuh, bangkit, dan memperbaiki dirinya tanpa banyak bantuan. Pelan-pelan semua itu membentuknya jadi pribadi yang mandiri dan kuat.
Menariknya, ketika bertemu orang lain, yang dia bawa justru energi baik, dia tidak suka menyebarkan luka yang pernah dia rasakan, dia lebih memilih hadir dengan sikap tenang, membantu kalau bisa, dan membuat orang lain merasa nyaman.
Almarhum Ibuku dulu sering sekali berbagi makanan. Bukan cuma ke saudara, tapi juga ke tetangga, ke siapa pun yang datang ke rumah. Tangannya ringan, hatinya lebih ringan lagi. Setiap kali aku bertanya kenapa beliau tidak pernah takut kehabisan, jawabannya selalu sederhana,
βBiar nanti, kalau anak Ibu jauh dari rumah, dia nggak pernah ngerasain lapar.β
Waktu itu aku hanya mengangguk, belum benar-benar paham maknanya.
Almarhum Ibuku dulu sering sekali berbagi makanan. Bukan cuma ke saudara, tapi juga ke tetangga, ke siapa pun yang datang ke rumah. Tangannya ringan, hatinya lebih ringan lagi. Setiap kali aku bertanya kenapa beliau tidak pernah takut kehabisan, jawabannya selalu sederhana,
βBiar nanti, kalau anak Ibu jauh dari rumah, dia nggak pernah ngerasain lapar.β
Waktu itu aku hanya mengangguk, belum benar-benar paham maknanya.