I really wanna be a WIFE BUT i wanna be a genuinely happy wife. A submissive wife. A cooking wife. A loving wife. A glowy wife. A secure wife. A Caring & obsessed wife, to a Honorable, provider, hardworking, LOYAL, loving, romantic, emotionally intelligent, God fearing husband>>
Menikah itu karena ingin punya teman yg bisa diajak untuk melawan dunia dan hidup bersama selamanya, ekonomi adalah bentuk perjuangan, anak adalah bonus, sedangkan menua bersama adalah tujuannya.
Sejak kecil saya terbiasa βdikuat-kuatkanβ ketika sakit. Saya tidak dibiasakan untuk dimanja, seberapa pun rasa sakitnya. Saya dituntut untuk tetap terlihat baik-baik saja.
Dampak yang saya rasakan kini adalah kesulitan untuk berempati secara mendalam ketika melihat teman sedang sakit.
Apakah ada penelitian yang membahas ini? Jujur, saya mulai merasa ini toxic.
dear suami,
kalau istri minta anter, terus kita enggak bisa anter atau baru bisa anter nanti, terus jawabannya
"aku sendiri aja"
"yaudah gpp"
"ok"
mendingan dianter aja, saya aja deg2an pas baca chatnya wwkwk π
Jika istrimu bersikap princess & kekanakan, dia sedang menikahi pria.
Jika istrimu bersikap seperti ibu-ibu (doting), dia ibarat menikahi bocah laki-laki.
Jika istrimu bersikap seperti laki-laki, dia sedang menikahi princess.
Men don't understand... being a "PROVIDER" isn't all about money. It's about providing the EMOTIONAL SECURITY that allows a woman to rest in her FEMININE ENERGY. Money is the icing, not the cake