🟧 Tomorrow at 2 PM ET, x402sday returns!
Our weekly Space on agentic commerce used to be my favorite way to engage, but it was quiet in spring, and I let it lapse.
Guess what? Quiet time is OVER!
So much is happening in ‘AiFi’ now.
If you don’t join in, you’re falling behind!
x402sday is BACK!
Interested in AI agents and what happens when you give them spending power?
Swing by, because we’ll be covering the latest and greatest in #x402, Dexter and beyond.
Set a reminder for Tuesday @ 2PM ET:
https://t.co/ldphtF2jna
This went under the radar… 😲👀
OpenAI just dropped a TON of new content about x402-powered agentic commerce with great new Cookbook examples using AWS AgentCore Payments.
👍 @OpenAIDevs@x402@AWS
https://t.co/1DlgfAAJS8
Dexter is not, and should never be called, a neobank. With @dexteraisol, YOU hold your money as the principal. You run agents with your permission granted to spend, earn, and other features that resemble a neobank. Neobanks can be spun up in a weekend; it’s not a good business. In a year (or two) from now, safe yield from agentic opportunities with anti-rehypothecation firewall will rival or beat these looped yields. My take
Did you know? Grok Bots can seamlessly use Dexter Wallet from day one. 👀
Let your Bots spend and earn. Permissions can be set and revoked for all or each one on the fly.
Mungkin bukan karena kita terlalu mencintai dunia.
Tapi bekerja karena :
- Ada amanah yg dititipkan di pundak.
- Ada keluarga yg harus dijaga.
- Ada janji yg harus ditunaikan.
- Ada kebaikan yg masih ingin diwujudkan.
Kita harus mencari dan mengejar rezeki, tetapi perlahan sambil belajar bahwa rezeki bukanlah sesuatu yg bisa dimiliki selamanya. Ia hanya sesuatu yg dititipkan untuk sementara, lalu suatu saat akan berpindah dari tangan kita ke tangan yg lain.
Kita membangun, meski tau semuanya akan runtuh.
Mengumpulkan, meski tau semuanya akan ditinggalkan.
Berjalan jauh, meski tau pada akhirnya semua perjalanan akan berhenti.
Lalu untuk apa?
Karena kita masih seorang musafir.
Dan seorang musafir ga boleh berhenti hanya karena tau bahwa ia akan pulang.
Ia harus tetap berjalan. Tetap bekerja. Tetap menunaikan tugasnya. Tetap berbuat baik di sepanjang jalan.
Bukan untuk menjadi pemilik dunia, melainkan agar ketika waktunya pulang tiba, ia ga malu kepada Sang Pemilik dunia.
Mungkin itulah yg membuat kita bekerja keras.
Bukan karena ingin memiliki dunia selamanya, tetapi karena ingin menggunakan sedikit waktu yg diberikan, untuk menyelesaikan amanah sebelum dipanggil pulang.
Sebab pada akhirnya, yg dibawa bukan rumah, bukan harta, bukan jabatan, bukan nama.
Hanya amal, dan hati yg telah belajar untuk melepaskan.