🇵🇸 🇮🇩 “The recognition of the State of Palestine is the right step on the right side of history. To those who are yet to act we say: history does not stand still.”
Alhamdulillah sah !
Selamat & sukses atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 🇮🇩 Bapak @prabowo dan mas @gibran_tweet
Selamat bertugas untuk Indonesia Raya!
#PelantikanPrabowoGibran
Kepedulian Prabowo Terhadap Anak muda itu Nyata Bukan Kata-kata
Terhadap Generasi Emas bangsa Prabowo telah Berbuat Bukan Sekedar Berucap
.
.
.
Jadi Bingung Pilih Prabowo atau Gibran? 🤭
SIAPA YANG MENANG DALAM DEBAT CAPRES PERDANA?
Denny JA
Siapa yg menang dlm debat Presiden kemarin, tanggal 12 Desember 2023? Prabowo kah? Anies atau Ganjar kah?
Sebelum kita menjawab dua pertanyaan penting, kita simak hasil riset soal debat capres di negara lain.
Scientific America melaporkan tak banyak efeknya dari debat capres kepada pemilih yang menontonnya. Gallup Poll yg juga sudah rutin membuat riset mengenai debat presiden, karena ini tradisi sejak 63 tahun yang lalu, juga mengatakan hal yg sama.
Menurut Gallup, sangat jarang sekali ada debat Presiden yang mengubah ranking calon presiden, yang menjadi the game changer.” Misalnya sebelum debat, capres itu elektabilitsnya nomor satu. Lalu setelah pemilih menonton debat, elektabilitasnya berubah nomor dua.
Lembaga Pointers juga melaporkan hal yang sama. Judul laporannya: Do the debate effect presidential election? Di jawabnya sendiri: Not much! Tak banyak efeknya.
LSI Denny JA sendiri berapa kali juga melakukan survei mengenai efek dari debat presiden. Hasilnya sudah dimuat di beberapa media di tahun 2019. Misalnya Kompas mengutip survei LSI Denny JA yang mengatakan hanya 2,9% saja dari responden yg mengubah pilihannya setelah menonton debat.
Ini profil data hasil debat presiden yang lebih detail. Mereka yg menonton debat itu kita bisa bagi dlm dua kelompok. Pertama, mereka yg sudah memilih siapa capres yg akan mereka coblos. Kedua, mereka yang masih ragu- ragu atas capres pilihannya. Mereka disebut the swing voters.
Penonton debat yg sudah memilih capres, umumnya mengatakan 70% sampai 90% capres yang sudah mereka pilih itulah yg menang debat. Clear. Jelas itu. Bukan capres lain.
Sebanyak hanya 10 sampai 30% mengatakan yg menang debat adlh pihak lawan, bukan capres pilihannya. Tapi mereka pun tetap mengatakan tak mengubah pilihan.
Pemilih yg sudah punya pilihan, mereka tdk mengubah pilihan capres yang didukungnya hanya krn menonton debat.
Namun bagi swing voters, memang benar mereka mengubah pilihan setelah menonton debat. Tapi jumlah yg mengubah pilihannya hanya 2,9% saja.
Dari debat perdana capres 2023, kita bisa analisa tiga hal. Pertama, positioning capres. Kedua, isi & kualitas materi yg disampaikan. Ketiga, gaya komunikasi capres.
Dari segi positionioning, jelas sekali terlihat, dlm banyak pertanyaan, memang Prabowo memilih melanjutkan & membela Jokowi.
Posisi Anies Itu sebaliknya. Atas banyak pertanyaan, Anies memilih posisi yg kritis pada Jokowi, dan pro perubahan.
Tapi Ganjar terlihat kesulitan meletakkan posisinya terhadap Jokowi.
Dari isi materi & kualitas pesan, bisa dikatakan ketiga capres itu seimbang. Gagasan yg ditampilkan oleh Ganjar, Prabowo, oleh Anies tidak ada yg terlalu mencolok sekali menangnya.
Tapi 3 capres sangat berbeda sekali soal gaya komunikasi. Jgn dilupakan, gaya komunikasi ini bahkan 60% paling mempengaruhi pemilih soal siapa pemenang debat capres.
Anies Itu gayanya khas. Serius. Teoritik. Ini gaya seorang intelektual, seorang profesor yang terjun ke dlm politik praktis.
Gaya ini memang disukai & populer di kalangan terpelajar. Tapi kaum pelajar dalam pemilih Indonesia jumlahnya hanya 10% saja.
Gaya Prabowo, itu ada jenakanya. Ada humornya. Kadang ia menyeletuk: “Anies, Anies.” Atau “Sorry ye.” Juga Prabowo bermain silat ketika moderator memotong ucapannya.
Itu justru membuat audiens tertawa. Gaya jenaka ini lebih disukai oleh pemilih Indonesia pada umumnya, di luar kalangan terpelajar & jumlah mereka jauh-jauh lebih banyak.
Keuntungan Prabowo, gaya komunikasinya itu lebih disukai oleh corak pemilih yg kebetulan di Indonesia sekarang ini jumlahnya paling banyak.
Ganjar bergayanya selayaknya seorang motivator. Ia menyentuh hati. Ia kisahkan pertemuannya dengan pemilih di daerah ini & di daerah itu. Ganjar mengesankan pemimpin yg sangat mendengar publik.
Tapi jumlah pemilih yg suka gaya ini msh kalah banyak dibandingkan dgn jumlah pemilih yg senang gaya pidato jenaka, yg ada selipan humornya.
AURA KEMENANGAN PRABOWO GIBRAN DI DEPAN MATA
.
.
.
BAPAK INTELIJEN INDONESIA sudah mengakui aura kemenangan untuk Pak Prabowo dan mas Gibran
PENDUKUNG PRABOWO-GIBRAN tinggal melakukan kerja-kerja politik, kerja-kerja cerdas dan kerja-kerja yang santun dalam menggalang dukungan maupun simpati masyarakat
tidak perlu BUANG-BUANG ENERGI meladeni debat kusir yang tidak Berguna