Saat usia 20an, masa-masanya badai kebimbangan. Bimbang untuk arah hidup mau ke mana. Mau coba ini, eh ditentang keluarga. Mau coba itu, kok ya orang jarang atau malah gak ada yang ke sana. Ujung-ujungnya masuk pada jurang dilema: berani coba saja atau lupakan.
Di semangkuk bubur kacang hijau itu aku cukup menjadi roti tawar saja. Datang kala diminta, tak butuh pun tak mengapa.
Setidaknya kau tahu dalam setiap porsi, aku siap berada di sisi, tanpa berharap posisi..