B14d4b!!!
Daycare yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan buat balita malah jadi tempat menyeramkan dan mimpi buruk buat orangtuanya.
Kekerasan pada balita dilakukan oleh "Little Aresha Daycare" tempat penitipan anak di Yogya.
Para balita diikat badan, kaki tangannya dan disumpal mulutnya dengan kain agar tidak menangis. Hanya menggunakan diapers saja dan tidur dilantai tanpa alas.
😭😭
Salah satu day care di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, digerebek polisi pada Jumat (24/4) terkait dugaan penganiayaan hingga penelantaran. Terbaru, tempat penitipan anak dan bayi itu dilaporkan sejumlah orang tua ke Polresta Yogyakarta.
Salah satu orang tua, Khairunisa, mengatakan anaknya yang berusia 1,5 tahun mengalami kekerasan. Tangannya diikat dan dibedong, bahkan hanya dipakaikan pampers.
Menurutnya, selama ini ia selalu membekali anaknya dengan makanan. Namun, setiap pulang ke rumah, anaknya kelaparan dan ketakutan. Ia menuding makanan tersebut dimakan oleh pengasuh di day care itu.
Sejak masuk day care tersebut, lanjut Khairunisa, sang anak punya kebiasaan baru, yakni tidak mau tidur di kasur. Bahkan, anaknya mengalami batuk-batuk.
📸: Dok. Istimewa, Polresta Yogyakarta.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R116 | E037
#bicarafaktalewatberita #kumparan
ini orang2 yg bertanggung jawab terhadap daycare little aresha di jogja yg sedang viral karna kasus kekerasan pada anak2, ya Allah sumpah saya gak tega liat anak2 pada diiket gitu 😭😭😭
kaget jg ternyata salah 1 penasihat yayasannya adalah dosen FIB UGM, kira2 beliau tau enggak ya bahwa daycare nya bermasalah???
cc @Txtdariiugm
sc : ig jogjastudent
NGAPAIN BUKA JASA PENITIPAN ANAK, KALO GA BECUS MENJAGA ANAK?
Foto dan video yang memperlihatkan kondisi m1r1s para balita beredar luas.
Dalam foto-foto tersebut, tampak sejumlah b4yi dan balit4 ditidurkan di atas lantai hanya beralaskan matras tipis tanpa pakaian (hanya mengenakan popok), dengan kondisi tangan dan kaki diduga diikat menggunakan kain.
Sejak Jumat malam hingga Sabtu sore (25/04), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah mengamankan 30 orang tempat penitipan anak (daycare) bernama Little Aresha di Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
AYO KITA BANTU!!!para orangtua korban terus kawal kasus daycare br3ngs*k ini, karena struktur yayasan orang2 kuat, jangan mau kalah sama orang-orang yang punya kuasa!!!
Ketua dewan pembina : rafid ihsan lubis (Hakim PN Tais Bengkulu)
Penasihat yayasan :cahyaningrum dewojati (Dosen UGM
Sekretaris yayasan : wong aliem LPDP di australia (menantu pegawai di MPR RI)
Dokter yayasan: ferayanti (dokter di sekitaran jogja)
Miris banget mempelajari kasus ini.
Perlu dikawal tuntas ini proses hukum terhadap siapapun yg terlibat.. banyak sekali korban dan pihak yg terlibat. Kok bs guru2ny membiarkan itu terjadi ya?
Siapa ini lawyer yang DM? Kita spill dan ajak diskusi aja secara terbuka..
Ngobrolin Daycare di Jogja sama my partner yang jadi kepsek dan punya program daycare juga.
Serem bgt gila. Dan yang lebih serem lagi apa coba?
Emak2 lain yang ngata2in ibu korban dengan bilang,
- Makannya, punya anak diurusin sendiri, gausah kerja, gausah daycare2an
speechless...
Ternyata ada seorang pengasuh baru melaporakn tindakan yg terjadi pada daycare tersebut.
Untung Miss yg baru berani untuk lapor. Kebayang sih gimana batinnya liat anak² bayi mendapat perlakuan yg amat sangat biadab!