Israel just killed the only individual who makes food and distributes it in the North to starving Palestinians.
The young man Mahmoud Al-Madhoun, the owner of the North Tekiya, in Beit Lahia market.
Warga Palestina mengantar kepergian jurnalis Palestina, Mamdouh Qanita, yang ditembak dan gugur kemarin oleh quadcopter "Israel" di halaman Rumah Sakit Al-Ahli Arab, Kota Gaza.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Banyak Mobil Dan Barang Mewah yg disita dari Pegawai KOMDIGI alias KOMINFO dari Hasil Beking JUDOL!
İni yg Ditangkap Baru Level PUDEL.. Gimana yg Level HERDER & BULLDOG nya ⁉️🤔
Emank Dasar ANJINK‼️
Momen warga dengan Penghasilan tidak tentu , tidak punya tunjangan , tidak punya pensiunan ( Supir ) berbagi rezeki dengan oknum yang sudah digaji oleh Negara.
Sebanyak 184 rumah di Sepaku dilaporkan terendam banjir dan 682 jiwa jadi korban terdampak. Proyek IKN dituding jadi penyebab utama bencana ini.
https://t.co/AivCXFqnZd
Satu per satu proyek infrastruktur era Jokowi menjadi bencana ekologi dan ekonomi bagi warga yang tadinya hidup damai dan berkecukupan.
Wadas juga kisah bagaimana elit ormas agama bekerja membantu elit politik dan investor untuk memuluskan proyek negara.
https://t.co/sbT9pLLAdu
Pilkada paling absurd pd era reformasi di tengah sistem demokrasi. Uang pajak rakyat dipakai mendesain pemilihan akal-akalan macam begini. Kl sampai tidak ada koreksi, maka kita telah sengaja membiarkan ketidakwarasan dalam demokrasi kita. Bukan lagi anomali, tapi sudah cilaka.
Setelah tendanya terendam air hujan dan air laut, seorang pria Palestina menyampaikan pesan yang mengecam diamnya dunia terkait genosida "Israel" yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
POLISI SITA DAN HAPUS CCTV di TKP:
Seorang karyawan minimarket di Jalan Candi Penataran, Reza mengatakan, tokonya didatangi oleh polisi sebanyak dua kali yakni pada Minggu (24/11/2024) sekira pukul 09.00 WIB dan Senin (25/11/2024) pukul 10.00 WIB.
Polisi mengambil rekaman video CCTV di depan dan atas toko.
"Saya sempat melihat video tersebut hanya 20 detik," katanya.
Kata Reza dalam rekaman CCTV tersebut hanya memperlihatkan seorang pria menaiki motor matik lalu turun di tengah jalan depan Alfamart.
Pria itu lalu menghalangi jalan dengan motornya dan membacok beberapa orang yang lewat dengan menggunakan celurit.
"Kalau tawuran tidak ada. Hanya pria yang menghadang orang lewat," tegasnya.
Reza mengaku tidak mengetahui adanya penembakan yang dilakukan polisi terhadap korban.
"Kalau rekaman (polisi tembak tersangka tawuran) saya tidak tahu, bukan otorisasi saya menjawab," tutupnya.
Takmir Masjid Al-Amin Bambankerep, Ngaliyan, Amsori (58) mengatakan selama menjadi pengurus masjid, baru dua kali terjadi tawuran.
"Terakhir yang kemarin. Tapi saya tidak lihat langsung hanya dengar saja. Polisi juga ke masjid untuk ambil kamera CCTV," ungkapnya.
Lokasi masjid tersebut berseberangan dengan Alfamart yang disebut polisi menjadi lokasi penembakan.