@PojokShooter@Hnirankara pada akhirnya, mw seperti apapun pelaksanaannya pasti ada yang "bermain"
tinggal bagaimna pencegahan permainan ini berpangsung
@JCIndonesia setelah buffon mending tek kemana2, masih kualitas numero uno, d banding kiper medioker ini ..
penasaran gara2 blundernya, juve kehilangan berpa poin
@sibambaang@MaSyaeful@yosephsamodra Tanyain ke retailnya coba kenpa kaya gitu,... Saya kenal smua karyawan indoapril deket tempat saya kerja, ada target yg harus d capai trutama produk promo, saya juga jadi mrmber juga buat bantu target mreka buat nambah member,
❗️Juventus plans an AMBITIOUS mercato with the goal of returning to the TOP of Italy and Europe, and these are some of the names that interest them:
→ Alisson Becker 🇧🇷
→ Bernardo Silva 🇵🇹
→ Riccardo Calafiori 🇮🇹
→ Robert Lewandowski 🇵🇱
→ Leon Goretzka 🇩🇪
→ Kim Min-Jae 🇰🇷
→ Darwin Núñez 🇺🇾
📰 @Gazzetta_it | #Juventus
@Titaniumak@LikYoko@wakiizaki Susah jualnya, saya sebagai tukang gorengan kecil yg perlu 1 kilo ato stgh kilo, g kan beli yg besar kaya gitu, kebanyakan nantinya malah ga kepake/busuk
Selamat pagi rakyat jelata!
Kami, para pejabat dan wakil rakyat, sudah memutuskan:
1) UMR cukup sekian saja, kami sudah hitung supaya kalian bisa bertahan hidup, makan saja. Rumah? Punya anak? Modal nikah? Sekolah? Semua itu tidak penting untuk bertahan hidup, makanya kami tidak hitung.
2) Butuh kerja sampingan? Korporasi sudah bikin aplikasi ojek online, daftar lah kalian ke sana. Statusnya mitra jadi teman korporasi kami tidak perlu membayar UMR, kalian dianggap kerja sendiri, bukan kerja ke aplikator. THR juga tidak perlu bayar. Profit teman korporasi kami yang utama, bukan rakyat jelata seperti kalian.
3) Masih kurang? Tenang banyak usaha mikro, kecil, dan menengah. Kerjalah di sana. Kami sudah memberi mereka pengecualian biar gak bayar pekerjanya minimal UMR. Jadi kalian bisa kerja di sana dengan mudah.
4) Masih kurang juga? Suruhlah istri kalian kerja. Jadi guru honorer misalnya. Sekolah-sekolah sudah kami desain biar bisa menggaji mereka ratusan ribu. Kami sudah menyerahkan semua kepada mereka, "Apakah semuanya harus ditanggung negara?"
5) Istri guru kalian mengeluh dengan ratusan ribu itu? Kan jadi guru adalah pengabdian kepada negara? Kenapa ngeluh soal gaji guru honorer? Itu pengabdian, bayarannya pahala, balasannya nanti di surga.
6) Anak pertama kalian baru lulus kuliah? Lagi nganggur? Berapa umurnya? 26 tahun? Kok bisa? Waktu kuliah nyambi kerja karena UKT tinggi? Makanya belajar yang rajin biar IPK-nya tinggi dan lulus tepat waktu!
7) Apply di perusahaan susah karena kurang pengalaman, makanya magang, cari sana. Kami udah bikin program macam-macam buat teman korporat kami senang. Apa itu namanya? Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka. Kami gak peduli mahasiswa hilang 1 semester pembelajaran demi teman korporat kami.
8) Gak lulus tepat waktu karena dosennya susah dihubungi? Kenapa emang dosennya? Ah ya, lebih pilih ngurus kerja sampingan dan proyekannya? Gak apa, resiko. Kami gak mau kasih gaji dosen kalian tinggi-tinggi, apalagi yang muda. Bahaya kalau pinter banyak nuntut. Jadi terima aja kalau susah dihubungi.
9) Anak kedua kalian baru masuk kuliah? Selamat! Susah bayar UKT? Coba apply KIPK! Ah tapi kalian berdua kerja, penghasilan dari banyak pekerjaan sekaligus kan udah banyak. Jadi KIPK-nya kita tolak. Biar gak jadi beban negara.
10) Kami juga nurunin batas miskin, 20 ribu sehari. Kalau tinggi-tinggi, nanti kami perlu ngeluarin duit buat bansosnya banyak. Yang daftar KIPK banyak, yang daftar bantuan beras banyak, susah. Ngurangin jatah kami.
11) Anak ketiga kalian di sekolah kan? Tenang, berhubung kalian sudah pergi kerja berdua dari pagi sampai malam, gak sempat sarapan kan? Di sekolah kami beri makan siang gratis. Kami sudah alokasikan hampir separuh anggaran pendidikan. Tenang saja.
12) Apa? Keracunan? Gara-gara MBG? Ini pasti gara-gara gurunya gak cicipin dulu. Kemarin, kami sudah perintahkan gurunya cicipin dulu biar anak-anak gak keracunan. Kenapa? Gurunya keracunan juga? Nasibmu nak.
13) Ya udah, bawa ke rumah sakit aja. Ada BPJS kan? Aduh, gimana sih kok gak diurus, kamu perlu urus administrasi panjang lebar kalau gak diurus gini. Sekarang udah terlanjur keracunan gimana?
14) Kenapa? Rumah sakitnya nolak gara-gara BPJS-nya gak dicairin sama negara? Waduh, coba cari rumah sakit lain.
15) Dokternya di rumah sakit kelelahan, jadi lagi sakit juga? Waduh coba cari rumah sakit lain lagi.
16) Ya udah, saya tahu kalian susah, ini sekarung beras sama minyak goreng. Bantuan sosial dari negara. Jangan lupa pilih kami lagi.
17) Kami juga sudah memutuskan gaji dan tunjangan kami 20 sampai 100 kali lipat kalian, jangan samakan kami dengan rakyat jelata seperti kalian.
@azuberrekingert @AghaarXx saya mikirnya gini, fitanah ai aja banyak yg ketipu, gmna klo fitnah dajjal? ai itu ibarat dajjal online, wkwkwk apapun bisa d lakuin
Salah satu sampah yang pernah Mimin pelajari, membaca bukan untuk mengimani, tapi lebih untuk refleksi diri serta mengkoreksi pemikiran suatu makhluk dengan menggunakan literasi yang berpondasikan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Rasulullah.
Itulah sebabnya Mimin lebih dulu memperdalam ilmu tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadist ketimbang mempelajari ilmu umum lainnya, karena jika kita mampu menguasai ilmu syari'at maka akan mudah untuk mempelajari ilmu-ilmu lainnya.
Akan tetapi jika kita mempelajari ilmu umum tanpa dilandasi ilmu agama, maka itu sama artinya menginspirasi diri menjadi monster yang haus darah dan harta benda.