Sebab, mendapatkan pembelajaran. Maka, aku mengubah pandangan dan melakukan suatu tindakan.
Dengan meninggalkan manusia atau pun kebiasaan yang dapat merugikan diriku sendiri, misal.
Mencoba mempertahankan sih, pasti. Tapi, kalau hanya aku yang harus menyesuaikan.
Nggak, deh.
Dari yang terburuk menjadi yang terbaik.
Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.
tapi bukankah yang terbaik itu ada prosesnya ?
Penolakan, terhina, tersakiti, ditempa berkali-kali— sampai menjadi hasil yang terbaik.
terbaik bukan di cari, tapi dibangun.
Beberapa hal rusak dan tidak dapat diperbaiki. Beberapa hilang dan tidak dapat ditemukan. Beberapa lenyap dan seolah tidak pernah ada. Tapi, hal-hal itu akan ada di wujud yang lain.
Meski satu hari biasa, berganti dengan hari biasa lainnya.
Kehidupan tetap layak untuk dijalani.
"Aku tidak pernah berencana untuk kecewa dan tetap merindukan manusia yang telah mengecewakanku. Nanti, kamu mungkin akan tahu. Kenapa aku bisa berkata begitu."
Mungkin nasehat temanmu ga akan selalu menyenangkan hatimu, tp mengertilah, kita masih nasehatin kamu itu juga tanda kita peduli, walau respon kita ga sesuai harapanmu deck.
Aku tidak pernah tersinggung atas sesuatu yang manusia lain ucapkan. Hanya tidak pernah tertarik untuk menjadi lawan bicara siapa pun, saja.
Toh, terkadang manusia tidak peduli dengan sesuatu yang telah dikatakan.
Mau nulisin afirmasi positif atau harapan-harapan baik. Nyatanya, wolak-walike ati menungso nggak ono sing ngerti.
Jadi, suwun. Sudah mau saling merawat. Semoga mau terus. Tapi, kalau sudah nggak mau, bilang aja. Biar nggak perlu ada yang repot.
Akan ada hari di mana kamu tidak dapat memberikan sesuatu yang ia butuhkan. Karena menjadi pecundang adalah mudah. Maka, persilakan ia untuk tidak setia. Tidak peduli seberapa setianya kamu, ia tetap akan menyelamatkan diri. Bahkan, mendatangi musuhmu sendiri.
Sudah berlalu dan sudah tidak marah.
Turut bersuka cita untuk apa dan siapa saja yang tidak akan kembali.
Mari bersulang!
Terima kasih karena masih hidup sampai hari ini.
Dia tidak benar-benar bersamaku. Dia tidak bernyanyi untukku. Di saat kami mendengar lagu yang sama— dia justru mengingat seseorang yang bukan aku.
Dan, jika dia ingin hubungan di antara kami berakhir. Mengapa dia harus memaksaku untuk menjadi sebab dari ketidakberhasilan itu?