Kalau melihat mereka yang bersuara di jalan, jujur hati ngilu, banyak cerita yang pernah terjadi, cuma bisa mendoakan semoga keberanian mereka dibalas dengan keselamatan seutuh2nya, dan semoga pintu-pintu rezeki mereka terbuka seluas-luasnya karena mereka telah ikut berjuang.
Kadang gak habis pikir, kenapa tidak dibenahi, sudah jelas ini membahayakan bila sampai terseret arus air.
Mementingkan makanannya dari pada pendidikan.
Akses pendidikan bagi siswa SD 157 Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.
Libur Chromebook
Aku menulis karena ingin mencari nafkah sekaligus berbagi pemikiran. Dalam royaltiku yang ada di kisaran 10% itu, ada tabungan pensiunku, uang berobat bapak ibuku, gaji perawat bapakku, keperluan keluarga kami. Royalti itu adalah hakku atas karya yang telah kuterbitkan. Ia adalah upah dari jerih payahku menulis yg sering butuh bertahun-tahun untuk 1 buku. Bertahun-tahun itu aku lalui dengan riset yang menggunakan biaya sendiri, hidup juga dengan biaya sendiri. Royalti itu adalah pendapatanku, 'gaji'-ku.
Ketika ada yang membajak dan menyebarluaskan bajakan, maka mereka adalah perampas hakku, perampok pendapatanku, pencuri 'gaji'-ku. Mereka meludahi kerja kerasku dan upayaku. Tentu aku marah dan tidak akan pernah ikhlas.
Aku mohon banget hargailah hak kami-kami para penulis ini seperti kalian juga menghargai hak profesi lain. Hargai pekerjaan kami.
Terkait harga buku yang makin naik, percayalah aku dan banyak penulis lain tidak tinggal diam. Kami juga merasakan kegelisahan yang sama. Buku bagi kami bukan sekadar produk, ia adalah rumah bagi pikiran, kerja panjang, dan harapan bahwa cerita serta pengetahuan bisa terus menemukan pembacanya.
Aku pribadi bahkan sudah mempresentasikan sejumlah pemikiran kepada Kementerian Ekraf tentang apa saja yang perlu diperbaiki agar ekosistem perbukuan kita bisa lebih sehat dan sejahtera. Mulai dari kebijakan pajak royalti penulis hingga berbagai aspek perpajakan yang berkaitan langsung dengan industri buku.
Perjalanan ini masih panjang, dan mungkin tidak selalu mudah. Tapi kami percaya satu hal: peradaban selalu bertahan karena ada orang-orang yang terus membaca, menulis, dan menghargai karya.
bapak/ibu @DitjenPajakRI@kring_pajak, saranku dibenerin aja dulu coretax-nya agar aksesnya tidak error dan ui/ux-nya lebih gampang digunakan. tepuk2 dan nari2 begini nggak bikin pelaporan pajak lebih mudah dan lancar.
Plotter pantser plotter pantser. Ini mitos. Bikin kerangka cerita adlh keahlian dasar kek bikin daftar belanjaan sblm masak. Semua penulis HARUS BISA & nggak bermasalah dg kerangkanya. Bentuk kerangkanya kek mana, atau kelak ditulis atau cuma diinget2, terserah. Tapi, bisa.
harapanku terkait royalti penulis:
1. pajak royalti turun dari 15% menjadi 5% dan bersifat final.
2. tax holiday utk penulis2 baru.
kebijakan ini akan mendorong penulis makin semangat berkarya dan menghidupkan ekosistem literasi.
Punya ortu yg bervisi tuh berkah utk anak2 mereka. Di level individual, perubahan nasib biasanya terjadi di level generasi.
Yg bisa mempercepat proses adlh struktur masyarakat yg adil dan dikelola oleh pemimpin2 bervisi sosial dan tidak nyari keuntungan utk diri sendiri.
GIVEAWAY 📚
Halo semuanya. Aku mau bagi2in tiga eksemplar novel terbaruku, Gashale, untuk tiga pemenang.
Syaratnya gampang:
• Follow akun ini
• RT tweet ini
• Bersedia mengulas Gashale di Twitter atau Goodreads
• Jawab di reply: Siapa sahabatmu dan apa arti mereka buatmu?
Apresiasi dan rasa syukur kami sampaikan kepada:
Irwansyah
Harry Hartono
Herry Iman Pierngadi
Aryono Miranat
Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras selama ini dalam membimbing atlet-atlet terbaik tanah air.
Selamat melanjutkan karier di luar PBSI dan sukses selalu!
opini coelho mmg jelek krn dgn egoisnya bicara dari perspektif seorang penulis yg punya net worth 500 juta, duit mungkin nggak penting lagi buat dia, tapi dia nggak mikir opininya itu bisa dipakai orang2 utk meromantisasi pembajakan dan melukai penulis2 lain serta industri ini.
Berarti Anda yg nggak mudeng soal pembajakan dan sistem perbukuan. Karya Paulo Coelho itu diterbitkan oleh penerbit profesional, jadi walaupun penulis nggak masalah bukunya dibajak, tapi itu jadi masalah buat penerbit. Dalam konteks penerbitan buku, hak cipta tulisan memang milik penulis, tapi hak penerbitannya adalah milik penerbit, bukan milik penulis.
Kalau memang penulis nggak pengin cari uang dan pengin tulisannya dibaca sebanyak-banyaknya, ya jangan diterbitkan di penerbit, tapi dibikin versi pdf trus sebarkan link downloadnya.