Laba Sritex (SRIL) :
2017 : Rp 600M
2018 : Rp 800M
2019 : Rp 1,2 T
2020 : Rp 1,3T
Pandemi Menyerang Total.....
2021 : rugi Rp 15 triliun
2022 : rugi Rp 6 triliun
2023 : rugi Rp 2 triliun
Pandemi global membuat export Sritex hancur lebur.
Semoga mrka bisa bangkit kembali.
Rada capek sebenernya maki2 pejabat tolol, tapi dalam kondisi ekonomi saat ini, mereka denialnya kebangetan. Biar saya jelaskan sedikit:
Indeks PMI Januari 2025 sebesar 51,8, artinya? PMI 50-52 menunjukan ekspansi yang lemah. Jika ada permintaan tapi sedikit, apakah masih bisa dibilang kalau manufaktur sedang baik-baik saja? TIDAK!
Laba yang sedikit/menurun tapi beban operasional masih tetap, akan menyebabkan tekanan pada perusahaan. Apalagi jika permintaan masih lemah, lama-lama perusahaan bakal stres kalo dipaksa bertahan.
Sedangkan? Di perusahaan ada pemegang saham, di mana mereka punya kepentingan masing-masing, dan jika laba terus menurun/sedikit-tetap tidak ada kenaikan yang signifikan, para pemegang saham akan melakukan intervensi salah satunya PHK agar dividen meningkat.
Nah masalahnya, IHSG terjun bebas, investor pada bingung, ekonomi belum stabil, ditambah faktor-faktor seperti potensi konflik imbas kebijakan yang ngawur, ya mending perusahaan melakukan lay-off besar2an hingga tutup pabrik.
Bahasa bayinya: ngapain gue bertahan di Indonesia kalo iklimnya gak jelas? Mending gue tarik duit gue, alihin ke Thailand/Vietnam. Bodo amat ada badai PHK, ketimbang gue yang boncos?
Begitu🤌
Bagi seorang guru sejarah yang sedang memperjuangkan keadilan untuk adiknya, dan mengambil resiko berbicara di depan publik, pernyataan dibawah ini membuat saya bertanya kembali, apa itu negara? Apa itu hukum? Pasti ada yang terlewat dalam sejarah bangsa kita. Pasti.
@tanyakanrl Agak panjang nder kalau mau dijelasin, soalnya dijelaskannya harus betul-betul runut mulai dari nabi adam dan sejarah"nya, juga harus didasari dalil aqli dan naqli, tapi boleh deh di DM biar aku coba bantu jelasin, dan kasi beberapa referensi bacaannya...