BIARKAN 2 VIDEO INI JADI BARANG BUKTI KEBERADAAN GRIB JAYA SAAT AKSI 27 AGUSTUS KEMARIN
VID1: Dok. Jasamarga.
Kok bisa kendaran dg muatan segitu banyak org dibolehin masuk tol?
VID2: Dok. Warga
Jelas sudah bukti bahwa kedatangan pasukan Grib Jaya memang dikawal oleh Brimob
#BubarkanGribjaya
#UsutTuntasKematianBambangSetiyawan ‼️‼️
Hebat ya Pemerintah di Negara ini, SOLID BANGET.
SAKING SOLID nya @PTJASAMARGA & polantas mengijinkan Truk muatan orang & Motor masuk tol.
Ternyata diem² ikutan maen mereka.
Baru paham kenapa UI milih demo di Bundaran HI
Karena "AKSES INTERNET" mudah dan bisa kejangkau, bayangkan kalo internet di Bundaran HI dibuat down/dilumpuhkan seperti di depan gedung DPR-MPR, maka dampak INSTAN domino pd sektor sektor vital di HI membuat pusat ibu kota mengalami kerugian ekonomi dan risiko politik yang besar.
GEOPOLITIK nya jauh melebihi kalkulasi pengamanan biasa. Memicu ketegangan internasional dan tuduhan pelanggaran KONVENSI WINA tentang Hubungan Diplomatik antar negara.
Karena selama ini demo di depan gedung DPR gampang di blok dan rawan kena taktik divide et impera (mudah di adu domba).
Objek vital di HI bukan sembarangan. perputaran ekonomi nya sungguh luar biasa.
#demo
Banyak orang merasa politik itu jauh dari kehidupan sehari-hari. Politik dianggap cuma urusan elite, partai, kampanye, atau perebutan jabatan di televisi. Karena itu, muncul kalimat, “politik gak ngaruh ke hidup gue.” Masalahnya, pada saat yang sama, orang yang berkata begitu tetap mengeluh soal harga kebutuhan yang terus naik, lapangan kerja yang makin sempit, listrik mahal, pendidikan sulit dijangkau, hingga hukum yang terasa tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Padahal, semua itu lahir dari keputusan politik. Harga pangan dipengaruhi kebijakan impor, subsidi, distribusi, dan pajak. Sulitnya mencari kerja berkaitan dengan arah ekonomi, investasi, pendidikan, dan perlindungan tenaga kerja. Tarif listrik, BBM, hingga layanan publik ditentukan lewat keputusan pemerintah dan anggaran negara.
Bahkan rasa aman dan keadilan pun bergantung pada bagaimana hukum ditegakkan oleh kekuasaan.
Ironisnya, banyak orang marah pada dampaknya, tapi malas memahami proses politik yang melahirkannya.
Mereka ingin hidup nyaman tanpa mau peduli siapa yang membuat kebijakan, bagaimana kekuasaan dijalankan, atau ke mana anggaran publik dialirkan. Akibatnya, ruang politik justru makin mudah dikuasai elite dan oligarki karena rakyat memilih apatis.
Yang berbahaya sebenarnya bukan politik. Politik adalah alat untuk menentukan arah hidup bersama dalam sebuah negara. Yang berbahaya adalah ketika rakyat kehilangan kesadaran politik, tidak mau mengawasi, tidak mau memahami, dan akhirnya menyerahkan masa depannya begitu saja pada kekuasaan. Sebab saat warga sibuk cuek, kekuasaan bekerja paling leluasa.
Siapa belum ngantuk? Gila, ini ada konten keren banget dari Fristian Griec Media. Ngupas problematika dan masa depan kopdes dengan bahasa yang mudah dipahami oleh awam.
Are we truly ready for what we're about to face?
kerja di perusahaan yang jelas, 8 hours max no shift, deket dari rumah, senin-jumat kerja, atasan dan teman baik, gaji tinggi, halal, ga menghalangi buat ibadah
Rekomendasi WHO untuk jarak aman antar kehamilan adalah minimal 2 tahun sejak melahirkan.
Kehamilan dengan jarak <2 tahun meningkatkan risiko terjadinya komplikasi baik pada ibu dan anak.
Udah itu aja.
Sumber Ilmiah:
-WHO. Report of a WHO Technical Consultation on Birth Spacing.