Jepang yg anggarannya solid sja DPRnya dibubarkan..
Apa kabar konoha yg anggarannya cuma hasil ngutang dan pajak masih harus ngasih mkan DPR dan MBG,, berat bngt beban rakyat😭
Sangat ironis dan memprihatinkan melihat Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya, yang puluhan tahun mengabdi sebagai penegak hukum dan mantan Direktur Reserse Kriminal, justru terjerat kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional.
Sebagai purnawirawan perwira tinggi kepolisian, beliau sejatinya adalah sosok yang paling memahami hukum dan diharapkan menjadi benteng integritas masyarakat.
Dugaan penyalahgunaan wewenang ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, tetapi juga merusak program strategis kemanusiaan yang seharusnya berpihak pada kesejahteraan rakyat banyak.
Gue abis nonton YouTube Professor Jiang.
ternyata, setelah nonton video ini gue jadi tau, kalo banyak orang tua miskin yang salah didik anaknya.
tanpa mereka sadar, mereka sendiri yang ngunci anaknya buat tetap miskin dari generasi ke generasi.
disini gue bakal nyampein apa yang bener-bener gue tangkep dari video itu.
dia mulai dari satu pertanyaan sederhana.
"kenapa anak orang kaya cenderung sukses, dan anak orang miskin cenderung tetap miskin?"
kalian pasti mikir jawabannya karena uang?
menurut gue juga bener, tapi professor Jiang bilang jawabannya lebih dalam dari itu.
uang itu akibat. bukan sebabnya.yang bikin perbedaan bukan hartanya, tapi adalah gimana cara mereka ngasuh anak mereka sehari-hari.
dan perbedaan ini sudah ada jauh sebelum si anak masuk sekolah.
Professor Jiang nyebut ada 3 perbedaan utama.perbedaan pertama yaitu dari cara mereka ngomong.
orang tua kaya ngobrol banyak sama anaknya.
kalimatnya panjang. kosakatanya luas. penuh penjelasan dan diskusi balik.
orang tua miskin? biasanya singkat dan langsung.
"iya." "tidak." "pergi sana." kayak kurang diskusi langsung sama anaknya.
menurut gue ini bukan karena mereka nggak sayang, tapi karena mereka capek, stres, dan nggak punya energi lebih.efeknya besar banget.
anak kaya masuk sekolah dengan kosakata yang jauh lebih kaya. lebih gampang ngerti instruksi guru. lebih mudah ngekspresiin diri. lebih percaya diri ngomong di depan kelas.
anak miskin masuk sekolah dan langsung ketinggalan, bukan karena dia bodoh, tapi karena dari rumah emang nggak diajarin cara itu.perbedaan kedua yaitu dari cara sikap.
bayangin dua skenario.
anak kaya nyentuh kompor, tangannya kebakar. orang tuanya duduk, jelasin pelan-pelan.
"api itu panas, bisa bikin luka, makanya kita harus hati-hati ya."
penuh kesabaran. penuh penjelasan. anak merasa dihargai.sekarang skenario yang sama, tapi anak miskin.
"jangan pernah lakuin itu lagi atau kupukul kau!"
selesai. nggak ada penjelasan. nggak ada diskusi.
orang tua miskin cenderung otoriter dan suka memerintah, bukan karena mereka jahat, tapi karena itu satu-satunya cara yang mereka tahu.
cara yang juga dulu dipake orang tua mereka ke mereka.dan pola otoriter ini ngebentuk cara anak ngeliat dunia.
anak kaya tumbuh dengan keyakinan: "dunia ini aman, pendapatku dihargai, dan gue boleh nanya."
anak miskin tumbuh dengan keyakinan yang berbeda: "dunia ini menakutkan, orang dewasa adalah ancaman, dan gue harus nurut tanpa nanya."
bukan salah anaknya. bukan salah orang tuanya juga.
itu pola yang udah diwariskan jauh sebelum mereka lahir.perbedaan ketiga yaitu stabilitas.
orang tua kaya punya uang, jadi mereka bisa nepatin janji.
"minggu depan kita liburan ke Bali."
dan minggu depan, mereka beneran berangkat.
anak itu tumbuh dengan satu keyakinan yang sangat mendasar: dunia bisa dipercaya.
orang yang bilang sesuatu, bakal menepatinya.orang tua miskin juga berjanji.
"minggu depan kita ke McDonald's ya."
anak itu excited. nunggu-nunggu dari hari Senin, tapi minggu depannya, gaji nggak cukup. kebutuhan mendadak datang. nggak jadi.
bukan karena mereka bohong. kondisinya memang nggak memungkinkan dan dari sini semua hal lain mulai masuk akal.
kenapa anak miskin susah percaya sama guru?? susah percaya sama sistem? susah percaya sama masa depan?
bukan karena mereka lemah atau nggak mau usaha.
tapi karena dari kecil, dunia udah ngajarin mereka untuk nggak terlalu berharap.terus gue mikir, emang ada jalan keluarnya?
kata professor Jiang, ada. tapi jalannya nggak gampang.
lo harus ninggalin komunitas lo. nikah ke status lebih tinggi. atau beruntung banget dapet kesempatan yang nggak semua orang dapet.
dan untuk bisa ambil jalan itu, lo harus jadi orang yang sangat individualistis.
berani ambil risiko yang kebanyakan orang di sekitar lo nggak mau ambil.
Guru ini salah besar, dan mendidik ke arah yang salah.
Siswa ini cuma menginferensi, sesuatu yang seharusnya dilatih di pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan cuma apa yang kelihatan, tapi apa yang mungkin terjadi berdasarkan yang kelihatan. Itu namanya berpikir.
Di soalnya tertulis “Buatlah cerita singkat dari gambar” bukan Deskripsikan gambar secara literal. Cerita artinya boleh ada alur, sebab-akibat, dan interpretasi. Kalau cuma boleh Ibu masak di dapur doang, buat apa ada gambar? Bisa pakai teks aja.
Gurunya bilang kurangi main HP, padahal gambarnya sendiri menunjukkan orang dewasa main HP sambil masak. Siswa ini cuma jujur menggambarkan realita yang dia lihat. Guru malah menghukum kejujuran itu.
Kata gosong besti itu bukan kesalahan. Itu justru kreativitas bahasa. Anak paham slang, bisa bermain kata, dan kontekstual. Di pelajaran Bahasa Indonesia, itu seharusnya diapresiasi, bukan dihukum.
Menurut PISA 2022 Creative Thinking, Indonesia cuma dapat skor 19 dari 60. Rata-rata OECD 33. Hanya 5% siswa Indonesia yang masuk kategori top performer di creative thinking (OECD: 27%). Artinya mayoritas siswa kita memang kesulitan berpikir di luar kotak, dan guru kayak gini salah satu penyebabnya.
Banyak riset bilang kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia rendah karena model pembelajaran yang masih hafalan plus satu jawaban benar. Persis pola yang guru ini terapkan. Kurikulum Merdeka katanya mendorong kreativitas dan diferensiasi, tapi di kelas masih banyak guru yang menghukum anak yang berpikir beda.
Dampaknya nggak main-main. Anak-anak jadi takut salah, takut beda pendapat, takut kreatif. Akhirnya lulus dengan nilai bagus tapi susah mikir mandiri, susah solve problem yang nggak ada di kunci jawaban. Dunia sekarang dan dunia kerja butuh orang yang bisa observe plus infer plus create, bukan cuma nurut.
Guru seperti ini bukan cuma kaku. Dia mencetak generasi yang patuh tapi nggak tangguh berpikir.
Anak sekarang emang kritis. Dan itu bukan masalah. Masalahnya adalah guru yang masih mau mematikan itu.
Bayangin...
Kamu ada di puncak karier. Dihormati banyak orang. Dicari murid-murid terbaik. Setiap kata yang keluar dari mulutmu didengar dan dicatat.
Lalu suatu hari, kamu kehilangan kemampuan untuk berbicara.
Itulah yang dialami Imam Al-Ghazali.
Bukan karena stroke. Bukan karena gangguan pada pita suara.
Dulu waktu interview Admin Sales dan Finance, HR pernah suruh aku buat invoice manual. Invoice yang baik itu bukan cuma sekedar rapi doang, tapi juga harus memuat:
✅ Nomor invoice
✅ Tanggal
✅ Data pembeli & penjual
✅ Detail barang/jasa
✅ Total tagihan
✅ Syarat pembayaran
Karena invoice itu bukan sekadar tagihan, tapi bukti transaksi yang penting untuk perusahaan.Kalau kamu diminta bikin invoice saat interview, udah siap belum? contohnya ada dibawah yaaaa. Ini aku buat, invoice yg gak ada syarat pembayarannya. Semoga bermanfaat yaaa yg mau jadi admin atau finance 😍😍
Dapur SPPG dibangun kokoh megah.
SD sebelahnya dibiarkan reot ambruk.
Mungkin harapannya: anak-anak makan racun dulu, baru kejatuhan atap sekolah?
Emang agak laen sih pemerintah kita ini 🤣🤌
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Indonesia - Malaysia 2009
🇲🇾 "Batik milik kita!"
🇮🇩 "LANGKAHIN MAYAT GUE DULU WOY!!!!"
Indonesia - Malaysia 2026
🇲🇾 "Batik, rendang, cendol, itu punya kita semua!!"
🇮🇩 "Ambil dah bang. Sumatera ama Kalimantan sekalian dah lu akuin juga, ikhlas gue. Ambil gue dah sekalian."
🇲🇾 "Bro.. what happened?"
🇮🇩 "Kita mah cuma tinggal ketawain nasib aja, Bang"
🇲🇾 "Okelah kalau begitu. Kita nak cuti ke Indo, makan rendang and beli ais cendol kat negeri korang je buat bantu ekonomi, oke?"
🇮🇩 "🥹🥹🥹"
🇮🇩: sekalian Jangan lupa roasting pemerintah kita ya.. kita dukung kok.
🇲🇾: saya suka.. Saya suka 😁
cc:threadmykitchendump
Ini sudah keterlaluan.
PP terbaru Danantara (PP 19/2026 Pasal 31A) buka jalan APBN suntik modal ke holding Danantara lewat pintu belakang.
Dividen BUMN hilang dari APBN,
tapi Danantara boleh minta injeksi dana negara seenaknya.
Negara gak boleh dapat duit dari BUMN, tapi Danantara boleh minta duit negara?
Udah gila bener ini negara. Uang pajak rakyat diputar untuk kepentingan apa?
https://t.co/bBwHo9hQGy