Mungkin ini belum tentu jadi pertandingan terbaik di Piala Dunia 2026. Tapi kayanya sulit nyari babak kedua yang lebih gila dari ini.
Mesir udah ngebuat juara bertahan bener-bener berdiri di tepi jurang. Bahkan setelah gol pertama Mostafa Zico dianulir, mereka tetap menemukan gol kedua. Skor 2-0. Dunia mulai percaya bahwa kejutan terbesar di turnamen ini benar-benar bakal terjadi.
Sampai akhirnya Mesir sadar bahwa unggul dua gol atas Argentina ternyata belum menjamin apa pun.
Romero membuka jalan. Messi menyamakan kedudukan. Enzo Fernandez memastikan comeback di injury time.
Dalam hitungan menit, pertandingan yang nampak udah selesai itu berubah menjadi salah satu malam paling liar di Piala Dunia 2026.
Gila match ini, cok! Bener-bener GILA! 😰
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
🚨 Leo Messi: “I cried because I felt that 𝐈 𝐥𝐞𝐭 𝐦𝐲 𝐭𝐞𝐚𝐦𝐦𝐚𝐭𝐞𝐬 𝐝𝐨𝐰𝐧 because of the penalty I missed… and the way I took it”.
“But thankfully once again, God had something special for me in the end. I’m very happy”.
saat messi gagal di final piala dunia 2014, yang paling banyak menghina dan ngebully messi adalah orang2 yg timnya bahkan ga lolos grup https://t.co/w2e7yzN9nK
Salah satu perbedaan mendasar Messi & Ronaldo adalah bagaimana dia merespon pertanyaan soal kontribusi mereka di Timnas masing masing.
Ronaldo: Saya, saya, dan saya.
Messi: Kami, kami, dan kami.
Itu kenapa dari dulu gw idolain Messi. Ga ninggiin diri sendiri + ngangkat team.
Fans Messi 🇦🇷 pasti banyak yang setuju !!
Mau siapapun yang juara tahun ini, Mbappe atau Haaland atau Yamal udah bodo amat 😋
Sekarang tinggal menikmati sisa pertandingan piala dunia tanpa beban.
Bener gak temen-temen🤭
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
Pemain Terbaik saat Portugal Juara
✅Euro 2016: Antoine Griezmann🇫🇷
✅Nation League '19: Bernardo Silva🇵🇹
✅Nation League '25: Nuno Mendes🇵🇹
Final Euro 2016 cuma main 25 menit. Nggak berdampak penting di lapangan.
Etos kerja, komitmemmu, statistikmu memang dahsyat. Tapi kesombongan, ego sundul langit, sikap kekanak2an, dan omonganmu yg mencle-mencle itu bikin hilang respek.
Ente bahkan bukan pemain terbaik di tiga turnamen itu. Bukan ente satu2nya faktor yg membuat Portugal juara.
Rendah hatilah.
Satu-satunya GOAT, abadi.
World Cup 2026 ini dimainkan dengan enjoy tanpa beban apapun.
Untuk objektif, Messi adalah yang terhebat sepanjang masa dan itu tak terbantahkan.
#GoatOri#HanyaMessi