- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Ketika seorang Menteri sudah berucap, “kalau mau cari uang, jangan jadi guru. Jadi pedagang, lah.”, gue merasa kemungkinan rezim Prabowo untuk memberikan gaji yang layak kepada para guru di Indonesia sangat kecil.
Tujuan mulia bukan berarti tidak pantas dapat gaji yang layak.
@waitforcarol duhhh suka bgt sama surat Ad-dhuha.
(UAH) tafsir ayat ke 3:
"Tanamkan pada hati mu yang paling dalam, Aku akan bersama mu dalam suka dan duka, dan tidak akan pernah Aku tinggalkan engkau sedikitpun dalam kehidupan."
Keinget babe yg perokok juga.
sekeluarga udah berusaha bir beliau bisa stop rokok to ga bisa. cuma kalau diinget inget, babe tu orangnya ga bisa diem juga. banyak gerak. Pagi pagi habis subuh, udah ada aja yg dikerjain di kebon, pulang jam 6nan udah mandi kringet. sehat sehat be