@pipahfah Hutan, gunung, sm bangunan terbengkalai ini emg sering jadi setting cerita horor soalnya rawan tumbuh jamur/tumbuhan yg bisa memicu halusinasi sm paranoia (dan efek psikokogis lainnya)
Belum ketambahan Indonesia angka skizofrenianya tinggi
Mengapa Infantino Sering Disorot Kamera Televisi saat Menonton Pertandingan Piala Dunia 2026?
✅Sorotan ke arah sosok Gianni Infantino dlm siaran2 Piala Dunia bukan keputusan stasiun TV lokal (seperti Fox, BBC, dll), melainkan kewajiban dari Host Broadcast Service (HBS) selaku rumah produksi resmi Piala Dunia yg 49% sahamnya dimiliki FIFA. Mayoritas saham HBS dimiliki oleh Wanda.
✅Terdapat kesepakatan antara FIFA dan HBS bahwa harus ada sorotan kamera ke arah bangku VVIP di setiap pertandingan. Jadi HBS harus menampilkan pejabat tinggi, kepala negara, atau selebriti yang nonton pertandingan. Namun, sorotan ini terlalu sering berfokus pd Infantino.
✅Pada Piala Dunia Qatar 2022, sempat ada kbocoran email instruksi agar kru TV memastikan Infantino disorot kamera dan melarang memperlihatkan dia saat sedang bermain ponsel.
✅Infantino memanfaatkan jet pribadi yang disediakan oleh sponsor FIFA Qatar Airways untuk berpindah kota dgn cepat di Amerika Utara demi mengejar dua pertandingan dalam satu hari selama fase grup. Sebelumnya Qatar juga menyediakan rumah bagi Infantino di Piala Dunia terakhir.
✅Kalau dibandingkan dgn kompetisi kelas dunia lain, kewajiban menyorot Infantino ini tidak lazim. Di Premier League tidak ada mandat untuk menyorot CEO Richard Masters di tipa laga. Begitu pula di UEFA, wajah Presiden Aleksander Ceferin biasanya hanya disorot saat final Liga Champions, bukan di setiap laga sepanjang musim.
✅Sorotan ini diduga kampanye terselubung krn Infantino berencana maju kembali untuk periode ketiga Presiden FIFA pada 2027. Jika menang, ia akan memimpin FIFA hingga 2031 (total 15 tahun berkuasa). Sampai saat ini, federasi Asia, Amerika Latin, dan Afrika sudah mengajukan dukungan pd Infantino.
✅Namun, rencana Infantino mencalonkan diri lagi di periode ketiga mendapatkan tantangan akibat ketidakpuasan beberapa negara peserta soal masalah perwasitan, konsistensi regulasi, travel ban bagi beberapa negara peserta serta kebijakan FIFA yang dinilai terlalu memanjakan Donald Trump.
Via: The Athletic