Dewasa gini, ternyata lebih seru ngobrol sama stranger, pedagang keliling, tukang parkir, atau orang orang tua yang kebetulan lagi di tempat yang sama.
energi mereka terasa lebih tulus untuk menyadarkan bahwa banyak hal di dunia ini yang perlu kita syukuri.
gue keliatannya diluar baik baik saja, padahal tiap malem selalu perang ama pikiran sendiri kek ngerasa; why do i feel like i dont deserve to live??? hi look at me i need u guys fr???
Girls, kalian harus banget mulai menerapkan prinsip ini: orang yang nanti bisa mendapatkan kalian, sesungguhnya akan sangat beruntung. Kenapa? Karena kalian bukan cewek biasa. Kalian adalah perempuan yang berpendidikan, mandiri, dan punya kualitas yang jarang dimiliki orang lain. Kalian cantik, tapi kecantikan kalian bukan cuma dari fisik, melainkan juga dari sikap, kelembutan hati, dan cara kalian memperlakukan orang lain.
“kenapa gak cerita sama orangtua aja”
gimana ya
terakhir mau cerita
pengen deep talk
awalnya mau quality time malah jadi quality control, trus jadi debat, trus jadi marah marah
dahlah pendem aja
Normalisasi gak semua orang suka ditanya, kerja dimana? Kerja dimana? Kapan nikah? Kok gak kuliah? Terdengar sepele sih emang, tapi bisa menggangu privasi seseorang.
Alasan untuk mengurangi nonton dan scrolling short video berdasarkan penelitian ini
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri -Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
-Penurunan kemampuan fokus
From My POV : Umur 20an itu yang dimana diumur-umur segitu masih berada di fase bimbang mau arahnya kemana, haus akan validasi, dan rawan mental health or trust issue.