@Smash1014314 di desa nenekku juga gini, aku juga kaget pas ibuku meninggal tp dapur harus ngebul buat org ngelayat. kukira awalnya ini dana gotong royong dari desa tp ternyata pas udah h+7 tb2 dikasih tagihan dan nilainya 10jtan yg mana itu bukan uang kecil di mata keluargaku
mau lu adhd, bipolar, fatherless, abandonment issue, atau trauma apapun, ga ada orang yang wajib handle itu kecuali lu sendiri. stop romantisasi trauma sampe jadi excuse buat ngerusak hidup orang lain.
semua orang punya trauma. tapi bukan berarti lu boleh trauma dumping ke orang lain trus ngarep mereka heal lu. sembuhin diri lu, jangan malah jadi villain pake shield ‘aku trauma’.
sorry to say kalau terkesan kasar, tapi literally ga semua orang punya kapasitas buat nerima energi toxic lu. heal in silence, jangan bikin korban baru cuma karena lu males healing, trauma lu bukan lisensi buat bikin orang lain trauma. tapi semoga apapun yang buat kita trauma tidak menciptakan korban-korban baru di dunia ini yaa! Periodt.
pendemo ngajak pengendara bunyikan klakson sebagai bentuk keresahan
ada mobil plat TNI lewat. distop & diajak ikut bunyiin klakson
"gabakal disakitin, kita ga kayak kalian"
"lu klakson, lu jalan"
🚙: tittt
DIBUKAIN LANGSUNG JALANNYA. BUKTI KALAU THE REAL PENDEMO ITU DAMAI ✌️
🚨 ALERTA! ALERTA! ALERTA! 🚨
PERINGATAN SANGAT DARURAT!!!
MENUJU INDONESIA BANGKRUT
Halo, UI dan Indonesia! Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita. Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli, dengan penderitaan rakyat kecil. Sekarang saatnya bersuara!
#AksiMasa #DemoTolakKenaikanBBM #MENUJUINDONESIABANGKRUT #PeringatanDarurat
Dear Bapak Presiden, dan seluruh pejabat yang hari ini mungkin sedang duduk nyaman di kursi kekuasaan..
Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan, bukan dengan amarah yang membabi buta, tapi dengan dada yang sesak dan hati yang sudah terlalu lama menahan🙏
Hari ini, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan berbagai perguruan tinggi Jabodetabek turun ke Bundaran HI. Mereka menamai aksinya "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" - nama yang keras, tapi seperti ungkapan jujur dari hati-hati kami ini.
Nama yang lahir bukan dari kebencian, tapi dari kepedihan yang sudah lama tak kalian dengar.
Mereka bukan turun karena ingin terkenal. Mereka turun karena diam sudah terasa seperti pengkhianatan.
Rupiah pernah menyentuh Rp18.000 per dolar. Harga Pertamax naik lebih dari 30% hanya dalam semalam. Dan yang paling merasakan bukan kalian pejabat tentu saja, tapi ibu yang menghitung ulang belanja hariannya. Bapak yang diam-diam menggaruk kepala memikirkan uang rumah tangganya. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil khawatir uang kos bulan depan dari mana.
Indonesia adalah negara yang kaya. Tapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar. Tapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. Kita belum bicara tentang rasa kenyamanan, itu jauh.
Lima tuntutan mereka sederhana:
"Hentikan pemborosan APBN. Turunkan harga pokok dan BBM. Hentikan program MBG yang kini terseret korupsi. Hentikan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ruang sipil."
Bukan tuntutan anak kemarin sore. Ini adalah tuntutan dari mereka yang melihat pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, dan kebijakan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat - setiap hari, di depan mata mereka.
Kepada adik-adik yang hari ini turun ke jalan~
Kami berdiri bersama kalian. Bukan karena kami tak punya rasa takut. Tapi karena kami tahu: suara rakyat yang diam adalah suara yang sudah menyerah.
Jaga dirimu. Bawa air. Simpan nomor darurat. Jangan terpisah dari kelompokmu. Jika situasi memanas, selamatmu lebih penting dari segalanya. Ingat keluarga dan kami yang sedang mendoakan kalian.
Tapi jika kamu bisa, berdirilah. Tegak. Tenang. Berkepala dingin.
Karena perjuangan ini haruslah jadi kuat dan mampu bertahan.
Kepada para pejabat yang membaca ini.. jika ada:
Bukan mahasiswa yang membuat Indonesia mendekati bangkrut. Yang membuat Indonesia bangkrut adalah ketika kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya sudah habis, dan tak ada yang merasa perlu mengisinya kembali.
Dengarkan mereka. Sebelum jalanan berbicara lebih keras dari yang bisa kalian kendalikan.
- Karirfess, 12 Juni 2026 Untuk Indonesia yang masih layak diperjuangkan -
Demo adalah hak konstitusional. Karirfess mendukung penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.