Fans Ronaldo bilang coba kasih respect ke Ronaldo “karena mau gimanapun ini Piala Dunia terakhir dia”. Tapi mereka juga lupa kalo hujatan mereka ke Messi waktu 2016-2020 itu lebih parah dan sering toxic. Waktu itu emang bagian dari rivalitas besar antara fans Real Madrid dan Barcelona, yang dimana dua pemain ini masih di La Liga.
Musim 2014-2020 adalah puncak perbandingan GOAT. Messi udah mendominasi Ballon d'Or awal sampai 2015, dan Ronaldo balik kejar dengan three-peat UCL, juara Euro, dan rekor gol. Fans Ronaldo disitu udah sering respons kekalahan atau kegagalan Messi dengan hate. Dan hatenya juga kaya komparasi, penghinaan fisik, bilang Messi pengecut atau bottler, dan serangan personal.
Messi sering disebut gagal bawa tim juara di final atau knockout, padahal faktanya dia juga udah sukses besar. Contoh kaya: Piala Dunia 2014 kalah final vs Jerman, Copa America 2015 & 2016 kalah penalti vs Chile, Dan ada juga waktu itu Barca kalah dari Atletico di Supercopa 2020, fans Ronaldo langsung hate kaya "Messi can't even make the final".
Penghinaan Fisik (Dwarf, Short, Pessi) Messi sering dipanggil dwarf (kerdil) atau diejek pendek. Ini hate fans Ronaldo untuk mengecilkan prestasinya. Ada juga Pessi buat ejek penalti yang gagal.
Tax Fraud / Penipu Pajak atau Isu Pribadi Fans Ronaldo suka angkat kasus pajak Messi atau tuduhan lain untuk serang personal.
"Messi cuman bergantung tim sedangkan Ronaldo carry tim. Ada argumen klasik, Messi dianggap cuman unggul karena tim Barca yang kuat, sementara Ronaldo Kerja keras sendiri.
Pada saat itu juga fans Ronaldo pakai ini untuk klaim CR7 > Messi di debat GOAT. Setelah Messi juara Copa America 2021 & World Cup 2022, narasi ini langsung berbalik total, tapi sebelum itu, ini adalah era paling toxic buat Messi dari fans Ronaldo. Ya jadi jangan pernah berharap fans Messi bisa respect sama Ronaldo, karena mau sampai kapanpun enggak akan pernah bisa.
🇲🇾 Rata-rata gaji di Malaysia: Rp12-14 Juta
Harga Bensin RON 95:
- Subsidi: Rp8.790/liter
- Retail: Rp17.315/liter
🇮🇩 Rata-rata gaji di Indonesia: Rp4-6 Juta
Harga Bensin RON 92: Rp16.250/liter
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
🚨👀 Cristiano Ronaldo refused to receive the runner-up medal after defeat.
Meanwhile, when Lionel Messi and Inter Miami lost the final against Seattle, Messi stayed on the pitch and watched the entire celebration until the very end, wearing his second-place medal with respect, while the rest of his teammates had already walked away.
That’s the difference. One couldn’t even accept defeat. The other respected the moment, respected the winners, and respected the game itself.
You don’t show greatness only when you win. You show it in the way you lose too.
That’s why Messi will always be remembered as more than just a footballer. 🐐♥️
sesuai janji, ini prompt-nya ya
IMAGE (gue pake GPT Image 2.0):
Realistic documentary photographic scene, in the style of a sports broadcast screenshot, set in the stands of a Indonesian national soccer team game.
Analyze the attached <image_1>: The person in the image is sitting in the stadium stands with their legs crossed. Delicate facial features and a standard, yet concentrated expression, while looking at the field on the sidelines.
OUTPUT: 16:9 horizontal broadcast frame, realistic TV capture quality.
---
VIDEO (Kling 3.0 Omni / Seedance 2.0):
Make a realistic live sports broadcast video of a Japan vs Indonesia crowd shot. Keep the exact woman, outfit, crowd, and stadium mood.
Keep the top broadcast graphic completely fixed and unchanged: no text morphing, no number changes, no flicker, no logo warping.
Shot 1: a broadcast telephoto camera slowly zooms in on the woman with slight realistic stadium-camera shake. She looks toward the big stadium screen after noticing herself on it. We do not see the screen, only her reaction. Her expression changes from focused surprise to a subtle cold attractive expression, not a smile.
Shot 2: cut to a tighter extreme close-up from a slightly different broadcast angle. She keeps the same cool, self-aware expression with very subtle eye and lip movement. Keep nearby spectators natural and slightly out of focus, still looking in the same general direction. Preserve the live TV realism, shallow depth of field, and authentic broadcast look
---
jangan lupa bookmark biar ga lupa 🔖
"Obligasi itu apa sih?"🤔
"Surat utang Pak" ✉️
"La iya wong duitnya aja banyak" 💵
"Ngapain harus ngutang-utang" 😡
"Dibatalin ya, Pak?"🤓
"Ha?"😮
"Dibatalin?" ❌
"Nggak tahu saya" 😔
"Saya nggak tau obligasi apa." 🤷
"Untuk apa nggak ngerti, saya belum ngerti itu." 🤷
"Tapi kita harus ngerti, SILPA kita aja 6 triliun" 💵
"Ini nanti bisa kejadian lagi tahun ini, enam sampai tujuh lagi." 🙋♂️
"Lha, kenapa harus obligasi-obligasi ya?" 🤨
"Jadi bukan penghematan ya Pak?" ❓
"Tapi tidak terserap ya Pak?" 🤔
"😂Ya tidak terserap itu masih pakai obligasi"
AKUN KASKUS FUFUFAFA Tidak hanya menghina Prabowo tapi juga menghina anak kandung Prabowo
Tapi Tidak ada Langkah Hukum apapun yang diambil Relawan Prabowo
Tapi saat Seskab Teddy dihina Amien Rais mereka langsung marah dan ancam ambil langkah hukum
INI LUCU BANGET 😭😭
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah