Aku nggak heran sih dengan sifat aktivis seperti Budiman ini. Sebenernya dia nggak berubah, tapi justru itulah sifat aslinya. Kalau kamu pernah gabung di organisasi kemahasiswaan/pergerakan, kamu akan tahu kalau di sana ada banyak mahasiswa yang mengaku aktivis, bacaannya buku kiri, pemikirannya kritis, tapi sifat aslinya kayak pemerintah: fafifu omong kosong, otoriter, haus kekuasaan, dan senang membungkam kritik internal. Dan ini yang nggak kalah penting, suka mainin anggaran proyek!
Banyak dari mereka yang lantang meneriakkan keadilan di podium demonstrasi, tapi di dalam rapat organisasi justru bertindak layaknya diktator kecil yang anti-kritik. Retorika perjuangan rakyat sering kali hanya dijadikan topeng intelektual untuk memuaskan ego pribadi dan membangun kultus individu di kalangan anggota baru.
Hal ini bukan kejadian yang aneh karena karakter oportunis mereka bangun sejak di bangku kuliah. Mereka nggak pernah benar-benar membenci kesewenang-wenangan atau ketidakadilan sistem yang ada. Mereka kayaknya hanya benci karena bukan mereka yang sedang memegang kendali dan duduk di kursi kekuasaan itu.
Trust me, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku nggak menggeneralisir semua yang gabung di organasisasi kemahasiswaan/pergerakan begitu semua ya, tapi … ytta.
gua cringe karena gua bisa romantisasi hal-hal kecil yang berkeliaran di hidup gua, lu nganggep cringe karena lu ga bisa nemuin indahnya hal-hal yang ada di hidup lu
Julius Caesar was so deeply in debt in his 30s that his creditors tried to stop him from leaving Rome. He left anyway, went to Spain, conquered it, and came back rich and powerful.
Yes, you can start all over again.