SUMPAH MARAH BANGET!!!
Ini gak cuma di satu video, tapi ada di video-video orang ini lainnya.
Video kaya begini termasuk ke dalam ableism yang merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Hitungannya sudah MERENDAHKAN mereka!
Hal-hal kaya begini yang dinormalisasi, apalagi dijadikan konten hiburan, hitungannya GAK LUCU!
Karena bisa memperkuat stigma sosial yang berdampak nyata terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang menonton atau melihat perilaku ableism ini berisiko mengalami masalah kesehatan mental, termasuk rasa malu (shame) yang memicu gejala depresi dan kecemasan.
Penelitian lain tahun 2024 di Journal of Media Psychology meneliti mengenai humor disabilitas dan menemukan bahwa humor semacam ini justru memperkuat stereotype negatif, mengurangi empati penonton, dan menyebabkan distress emosional bagi penyandang disabilita, meskipun pembuat konten mengklaim “hanya bercanda”. Korban sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan self-censorship karena takut diejek lebih lanjut.
Cukup marah-marahnya.
Semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini!
Sumber:
-Implications of internalised ableism for the health and wellbeing of disabled young people
-Humor That Hurts: An Exploration of Jokes About Black Women with Disabilities on TikTok in South Africa
Normalisasi Rumah Sakit kalo kekurangan tenaga kerja ya buka lowongan, jangan malah daftar jadi wahana internship.
Internship itu ya magang, kok jadi bertanggung jawab penuh kaya orang beneran kerja. Emang rumah sakit ngasih gaji?
Trus Kemenkes juga harus muhasabah diri, kejadian bukan yang pertama kok masih berulang trus.
Masalah sakit kok dibenturin sama masalah prolong, Sakit ya sakit kok mau dipaksain. Pembimbing tak ada otak.
Tutup itu wahana selamanya, audit semua wahana yg ada. Kalo dirasa ga pantes jadi wahana ya tutup aja.
Akal akalan bener.
Padahal yang mengkritisi itu fokusnya bukan menggulingkan. Cuma pengen programnya dikaji ulang karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya.
Tapi malah kaya nantang. Ayo coba saja gulingkan saya dengan mekanisme yang ada. Angel.
Anda pasti tahu kasus anak Kyai besar di Jombang, MSAT, yang terlibat kasus pemerkosaan?
Dituntut 16 tahun, dan divonis 7 tahun di tahun 2022 lalu. Anda juga tahu itu.
Yang Anda mungkin belum tahu: dia sekarang sudah bebas.
KemenPPPA yang dulu nggak terima atas vonis itu, entah sudah tahu atau belum bahwa terdakwa sudah bebas.
Kita juga tahu bahwa narapidana yang telah menjalani 2/3 masa pidananya dapat dibebaskan lebih awal melalui program Pembebasan Bersyarat (PB).
Nah, Anda nggak tahu, kan kalau anak kyai itu sudah bebas?
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥
bukan.
ini foto gagalnya negara dan pemerintah menyediakan transportasi umum yg selamat, nyaman dan terjangkau utk rakyatnya yg sudah berkontribusi patungan lewat pajak.
Pelaku dari Dantim BAIS TNI.
Mandat utamanya alat pertahanan negara, tapi malah jadi kriminal jalanan.
Pd akhirnya, 4 manusia ini akan diadili via pengadilan militer. Lalu bikin alasan2 patriotis. Hukuman ringan saja. Dan tidak akan pernah terungkap siapa dalangnya.
Klise.
Tega2nya, penderitaan orang lain dieksploitasi dgn begitu vulgar demi kepentingan menaikkan citra program.
Konten paling bajingan pada 2026. Dan ini baru Maret.
Karena MU abis menang, dan hari ini gue full senyum, gue mau bagi-bagi THR giveaway image IPhone 13 Pro 256gb buat salah satu dari lo yang ngeliat postingan ini, syaratnya cuma komen dan retweet aja, tambahin like juga boleh, gue umumin pemenangnya besok malam.
Semoga beruntung ❤️
Bayangin kalau ini tiba-tiba kejadian sama keluarga kamu di rumah.
Apa lagi yang setalah konsumsi makanan.
Bibir membiru mendadak. Sesak napas berat banget. Tapi pas dicek SpO₂-nya malah normal-normal aja.
🚨 Kalau setelah makan muncul combo gini, :
~ Bibir atau ujung jari biru mendadak
~ Sesak yang nggak reda meski sudah dikasih oksigen
~ Badan lemes banget + kesadaran mulai drop.
Nah hati hati bisa jadi keracunan nitrit 😱
Kasus nyatanya:
22–25 September 2025 di Cipongkor, Bandung Barat.
1.315 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah makan MBG (melon + lotek).
Kadar nitritnya 3,91 mg/L di melon & 3,54 mg/L di lotek hampir 4 kali lipat batas aman EPA 😱.
(BGN & Labkesda Jabar, Oktober 2025).
Apa yang terjadi di dalam tubuh?
Nitrit ubah hemoglobin bagus (Fe²⁺) jadi methemoglobin (Fe³⁺). Darah jadi nggak bisa nganter oksigen ke seluruh tubuh. Namanya methemoglobinemia. 🩸
⚠️ Seberapa bahaya?
10–20% → bibir biru + lemas
20–50% → sesak berat, pusing, bingung.
50% → koma, kejang
70% → sering fatal.
(Koreksi jika saya salah 🙏).
Fakta yang sering kelewat: gejalanya lebih dominan mual, muntah, pusing bukan diare.
💉 Antidotum atau zat penawarnya adalah:
Methylene Blue (MB)
biasanya langsung keliatan hasilnya dalam 1–2 jam.
Tapi hati-hati:
❌Kalau punya defisiensi G6PD → berbahaya
❌Lagi minum SSRI/SNRI → risiko serotonin syndrome
⚠️Riwayat G6PD harus dicek dulu⚠️
⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️
Tapi inget ya, ini murni edukasi. Bukan pengganti diagnosis atau penanganan dokter.
Kalau ada gejala mirip, yang terbaik tetap langsung bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. 🏥
Lebih baik over-waspada daripada nyesel kemudian.
Referensi:
• Investigasi BGN & Labkesda Jabar (Okt 2025)
• J. Am. Coll. Emerg. Physicians Open (2022)
• Cureus (2025) & jurnal terkait #Farmasi #Toksikologi #MethyleneBlue #MBG #KesehatanIndonesia
Saya pernah baca buku judulnya Lost Connections, penulisnya Johann Hari. Kamu udah baca?
Premisnya: Sekarang ini meski punya keluarga, temen, gampang hubungin pake hp, suasana rame… tapi banyak orang merasa kesepian, sampe depresi.
Dan merasa rumah nggak lagi terasa sebagai rumah.
Sekarang manusia makin terpolarisasi, terfragmentasi, lingkarannya jadi sesempit cuma per individu, “aku”.
Nonton kayak live marapthon gini mungkin bikin orang merasa punya temen, dengerin obrolan ringan, merasa jadi bagian dalam kelompok dan merasa ikut di dalam rumah itu.