Another day mengedukasi homophobic, AGAIN π
Ini misinterpretasi ya teman2 alias salah tafsir. Pernah di tahun 2016 sempat ramai media massa soal ini karena ada ahli hukum yg mengutip salah satu pasal pada Kitab Kutaramanawa Dharmasastra (kitab undang-undang Majapahit) yg menunjukkan bahwa lgbt bisa dihukum mati pada jaman itu.
Ada pasal 17 di kitab tsb yg menjelaskan bahwa βkedi (bahasa jawa kuno)β, pencuri, dan pendusta dapat di hukum mati oleh raja apabila terbukti benar atas kejahatan nya. nah salah tafsirnya ada di kata βkediβ ini. Jadi kedi ini sebutan utk org mandul, orang dengan kondisi interseks, atau sida (penjaga istana yg dikebiri). Di Istana Majapahit sendiri para βkediβ ini posisinya penting karena sebagai abdi spiritual karena di anggap netral secara gender.
Terus kok bisa dihukum mati?
Dihukum mati bkn karena orieantasi seksualnya melainkan jika si βkediβ ini menyalahgunakan posisi spritual yg diberikan oleh istana untuk menipu atau pun melakukan kejahatan besar.
Gw kasih Bonus tambahan ya.
Ada gak bahas soal lgbt di kitab Kutaramanawa Dharmasastra? Ada, di pasal 214 tentang hubungan sesama perempuan atau perempuan yg meninggalkan suami nya untuk bersama dgn perempuan lain dapat hukuman denda sebesar 4 tali (bukan hukuman fisik atau mati ya) tp kayak bayar denda uang gitu.
Dan waria (pria berpakaian wanita) jg ada di relief candi dan sastra kuno sebagai bentuk dari dinamika sosial. Bahkan ada yg dapat peran khusus untuk upacara adat dan kesenian masyarakat. Bukan utk diburu atau dihukum mati.
Terakhir untuk gw pertegas ya,
Di jaman majapahit yang dihukum mati hanya untuk pelaku kejahatan berat kayak pelaku pembunuhan, pemerkosa, pemberontak, dan pejabat kerajaan yg korupsi. Jadi berita yang dimuat oleh @kompascom ini dan post oleh @tanyarlfes termasuk hoax ya πβ€οΈ
Makanya Adik2, di SNBP itu WAJIB idealis, kalo SNBT BOLEH realistis
Diterima di tempat yg ga lu pengen dan no 2nd chance is worse than ga lolos tapi masih punya kesempatan lain untuk mencoba
Pertimbangan orang emang beda2, tapi konsekuensi SNBP ga bisa ditawar
@tanyarlfes Jepang belakangan kenceng bgt soal anti imigran, bahkan mungkin etnofobik. Rasis, Islamopobhia, superior, dan misoginis tentunya
"Lu semua balik deh ke negara lu, ni Islam apaan si rewel banget, cewek2 ngapain pada kerja bikin cari kerja jadi susah", dll
Plot yang terlalu pemaaf sampe ga masuk akal. Bahkan sebagai anak2 pun gua udah berharap dia dihukum habis2an, malah happy ending for everyone. Apalah artinya keadilan di Konoha wkwkwk
@tanyakanrl Bisa sih IMO. Amar ma'ruf dulu, baru nahi munkar. Para wali juga menyeru pada kebaikan dulu. Bukan tiba-tiba bilang lu sesat ges, masuk neraka lu dll.
Kalo mereka nolak? Ya udah. Kita udah remind. Yg penting Hablumminannas jalan. Hablumminallah jadi urusan masing2
Pada akhirnya, Islam sendiri buruk bukan karena agamanya, tapi karena orang-orangnya sendiri. ini juga kenapa pentingnya bernalar kritis dalam beragama dan gk cuma menelan mentah-mentah sebuah teks hadits.
Wibu apalagi nakancut begitu mah memang hobi merendahkan wanita
Dada cup D kayak saya juga masih dibilang gagal, kurang besar, rata dan sebadan-badan pun dihina kebanyakan makan, pendek, dll
π¨ JUST IN: Daffa Ulhaq, Mahasiswa FIB UI, yang tidak diutus oleh BEM maupun UI untuk ikut dalam kunjungan kerja Gibran ke NTT kemarin.
Ga ikut aksi karena abis sidang, eh langsung jalan2. Gratis. Dibayarin sama negara bareng Wapres. Kapan lagi cuyy π₯°π₯°
#IndonesiaGelap
"Emang income 10-15 juta tuh masuknya middle, bukan kaya. Giliran dikasih tau beneran yg middle, ga mau dikata miskin wkwkwk"
Kalo misal <10 juta itu masuknya miskin, harusnya gua yg anak PNS bergaji 4 juta itu sangat bisa dapet bantuan tidak mampu dong? π
@shitttherewego sebagai muslim gua cuma mau ngingatin jangan bawa nama Tuhan untuk hasrat bejatmu apalgi untuk mendoakan musibah dan kematian. mungkin dimatamu mereka berdosa tapi dimata org lain kamu juga memiliki dosa & kesalahan. intinya jangan sok suci, sejatinya manusia tercipta dgn nafsuππ»