Al Jazeera mengirim reporter ke Ruteng, dan itu bukan hal kecil. Manggarai adalah kabupaten dengan korban meninggal terbanyak, tapi akses ke sana tidak mudah.
Liputan lapangan seperti ini yang bikin angka korban punya wajah. Terima kasih untuk yang masih meliput dari lapangan.
Temennya adek nanyain soal spek laptop buat saudaranya yang mau kuliah.
Makin menjelaskan, makin nyesek.
Biaya kuliah & perangkat penunjangnya makin mahal.
Semoga tekadnya nggak menciut.
Makin dilapangkan & diperbanyak jalan rezekinya.
Tidak merayakan, bukan berarti tidak menghargai jasa pahlawan. Menurut saya, di antara duka yang menimpa saudara kita, penanggulangan bencana yg seolah tak jadi prioritas, reaksi terhadap kritik yg represif, dan kebijakan yg tidak bijak, kata “merdeka” menjadi hal yg menyakitkan
Kepala Perpusnas, Aminudin Aziz, dalam rapat Komisi X DPR pada Kamis (16/7/2026) di Senayan, menyampaikan bahwa pemotongan anggaran 2026 membuat sejumlah program literasi tidak dapat dijalankan.
https://t.co/CzB2fC6as1
"Gak usah campurin politik ke sepakbola"
- Kita dicabut jd tuan rumah karna nolak Israel
- Russia dicekal krna invasi Ukraine
- Gak ada sanksi apapun buat US & Israel yg perang sana sini
Everything has always been political and the football you used to know is no longer exist.
Menengah itu apes mas, lebih deket ke jurang kemiskinan daripada chance ke kaya.
Udah pph kena, ppn kena, subsidi cuma dapet tertentu (pertalite) wkwwkwk, gaji naik susah pula wkwkwkw
Solusinya: double job.
Edan
Trade off ama health ini
Cuma jakarta dan bali yg tidak kena blekot bergilir, krn citra pemrentah ada di situ. Nah kalian, modar saja. Biar pemrentah asu yg atur² gimana baiknya.
Kenapa kritik backrooms dari orang indo kebanyakan "gajelas, ga dikasih tau secara gamblang maksudnya apa" Sementara dari foreigners menurut mereka pesannya itu terlalu tersurat/spoonfed ke audiens ?
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?