i saw someone tweet like this before but i forgot to bookmark it. so,
to everyone who reads this, who knows me, if i ever hurt you, i never intend to. i'm sorry
Azril, Khariq, Yogi, Azhar hanya sedikit dari ribuan orang muda yang ditangkap paksa dan jadi korban kekerasan oleh aparat. Tapi di saat bersamaan bukannya reformasi TNI-Polisi yang warga dapatkan, justru mereka malah diberi hadiah berupa jabatan di pos-pos sipil 🙃
Pemadaman listrik terjadi karena kebijakan si bolu ketan yang mangkas kuota produksi batubara perusahaan gila2an sampe 40%-70%. Gak cuma batubara aja sih, nikel dan emas pun juga dipangkas.
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bulan Juni gak di-acc. Jadinya gak ada produksi. Perusahaan tambang milih tutup. Efeknya banyak karyawan tambang yang dirumahkan.
Contohnya ada salah satu perusahaan tambang yang punya 12 ribu karyawan disisain cuma 300-400 aja di site buat jualan. Sisanya? Ya dirumahkan.
Alasan dirumahkan karena udah gak ada kegiatan. Tinggal jualan sisa yang ada doang. Ini pun tetep dibikin susah sama negara karena ada kebijakan 1 pintu.
Mau jual ke PLN lebih susah lagi cashflow-nya karena tau sendiri gimana bisnis sama pemerintah/BUMN. Pasti perusahaannya dipalak. Daripada dipalak, ya mending gak dijual.
Jadi ketersediaan batubara di PLTU yang harusnya seminimal mungkin tersedia untuk 26 hari, tapi sekarang kenyataan di lapangannya hanya tersedia untuk 11-12 aja. Dan ini terjadi hampir di semua PLTU yang ada di pulau Jawa.
Imbasnya terjadi pemadaman listrik karena stok batubara di PLN menipis. Jadi ibarat kata, sekarang PLN lagi berhemat. Tapi efeknya rakyat yang jadi korban.
Intinya ini semua terjadi karena kesalahan si bolu ketan dan jajarannya. Bisa jadi mereka salah itung karena kapasitas produksi tambang batubara masih gede tapi dibatesin buat jaga harga.
Ditambah saat ini rupiah melemah dan dollar makin tinggi. Semua bingung atur cashflow karena pemerintahnya sendiri juga bingung atur cashflow APBN disebabkan kebijakannya sendiri.
Tau sendiri kan APBN dihabisin kemana, ya ke embege dan kopdes.
Makanya salah satu tuntutan demo besok itu agar embege dan kopdes di stop karena udah ditahap bener2 ngerugiin negara.
Jadi paham kan kenapa Pak Ignasius Jonan dipecat dari menteri perhubungan oleh jokowi dan sampai sekarang ga dipakai lagi? Karena rezim jokowi dan rezim prabowo, gak suka orang bener dan pinter 🫣
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
SEAblings, and southeast asian media..
This is just an appetizer-sized prove of a country that criminalize the innocents, and “innocentize” the criminals.
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
Indonesia punya 56 juta "pengusaha."
Malaysia cuma 3 juta.
Kedengarannya bangga. Padahal itu alarm.
Malaysia 75% pekerjanya formal, bergaji, terserap sistem.
Indonesia? 38%.
Sisanya jadi "pedagang" bukan karena mau, tapi karena nggak ada pilihan lain.
Bukan wirausaha. Survival mode.
Selisih itu bukan bukti kita lebih entrepreneur.
Itu bukti sistem kerja kita gagal nyerap orang.