Gua Berusaha Untuk Mengurangi Nonton Short Video Setelah Baca Jurnal Ini
Lo pernah nggak sih ngerasa otak makin “lemot” setelah seharian scroll short video?
Awalnya gua pikir itu cuma perasaan doang, sampai gua baca jurnal ini.
Ternyata, kebiasaan nonton short video, entah itu TikTok, Reels, YouTube Shorts, ternyata beneran ada efeknya ke otak. Efeknya ngaruh ke kognisi, memori, dan fokus.
Iya, betul, kemampuan otak yang selama ini kita andalkan buat kerja, belajar, atau sekadar mikir jernih itu bisa terganggu.
Penelitian meta-analisis skala besar yang ngerangkum 71 penelitian dengan hampir 100.000 partisipan menemukan hasil menarik yaitu
𝗦𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗻𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝘃𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗸, 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗳𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 𝗼𝘁𝗮𝗸
Nonton short video terlalu sering juga berkaitan dengan naiknya tingkat stres, kecemasan, sampai gangguan tidur.
Short video itu kontennya super cepat, super padat, dan super stimulatif. Otak kita kebanyakan “dopamine hit” dalam waktu singkat. Akhirnya, konten panjang jadi kerasa membosankan, kokus makin pendek, daan itu kebawa ke aktivitas lain di dunia nyata.
Semoga bermanfaat!
Supply Uang US Naik Drastis
Sumbernya bukan dari cetak uang baru Fed,
Ini tidak akan buat harga Bitcoin, crypto dan Emas naik.
Kenapa?
Karena kenaikan ini utamanya berasal dari tabungan perusahaan besar,
bukan dari retail,
tabungan retail justru turun terus sejak era bakar uang covid (lihat chart dibawah).
Saat ini, uang para perusahaan besar sedang parkir di rekening bank mereka.
bukan karena takut investasi.
bukan juga untuk spekulasi aset beresiko seperti bitcoin.
Ini adalah uang hasil pinjaman bank.
Uang yang sudah ada rencana pemakaian jelas.
Uang yang sedang menunggu 'giliran' keluar.
Contoh:
Meta pinjam uang bank untuk bangun data center.
Sejak uang ini diterima, tidak langsung dibayar penuh ke vendor.
uang akan dikeluarkan bertahap, sesuai perkembangan proyek.
Ketika beli tanah, keluar uang sebagian.
Ketika bayar server, keluar uang sebagian.
Kamu kecewa? sama, aku juga😛
obsession was really terrifying bc one man became infatuated with the idea of a woman for years and feels entitled to her and makes a wish that she'll fall in love with him more than anyone else in the entire world
and when his wish comes true he doesn't care that she's not in control of herself while they're together and that it was not consensual. he wanted her to be devoted to him so she could cater to his unfulfilled needs until she became inconvenient.
when she becomes "too much" he wishes for her to be normal and genuinely believes he's the victim in a situation he created.
this movie has me thinking about the larger societal framing of how people view women who are emotionally reactive as dangerous and uncredible, when in reality, they are trying to deal with the trauma of being put in harmful and violent situations by predatory and abusive men.
Buat apa sekolah tinggi tinggi?
steve job bill gates DO sukses
temenku ga kuliah bisnisnya sukses
buat yg resah, ini denger Ceramah singkat dari dokdes @ryuhasan
- kurs rupiah: 17.070 per dollar
- IHSG minus 24% selama Q1
- harga barang udah mulai pada naik
- investor pada cabut
- tiap hari hidup pake mode survival