【 REGISTRASI LOMBA 】
Kalian sudah pasti lihat kan bahwa besok akan diadakan lomba?
Nah, di bawah ini akan disediakan thread untuk mendaftar lombanya! Seluruh murid, bahkan guru dan staff juga boleh ikut! Yuk, diramaikan festivalnya dengan mendaftar~
"SENPAI!" Liana berlari dengan tangan penuh dan senyum sumringah ke arah @OsafuneChef.
"DAISUKI DESU," Liana menyerahkan semua hadiahnya ke Shokudaikiri. "Meccha suki!" Dia berkata menggebu, "KEKK--" Eits, stop nanti senpainya lari.
@aoewarau menikmati alunan musik di tempat itu sembari menunggu Nikkari selesai dengan makananannya.
“Ramen yang pedas dan americano, saya kadang khawatir apakah pencernaan Nikkari-san baik-baik saja” ia terkekeh.
( @aoewarau )
@aoewarau “Tidak masalah, saya akan bawa besok” ia keluarkan sebuah catatan kecil bersampul kulit dari sakunya, sebuah kebiasaan, menulis janji yang harus ia penuhi.
Di meja, cafe au laitnya sudah tandas. Ia kembali memangku sebelah pipinya dengan telapak tangan, memejamkan matanya—
@aoewarau dan menunjuk sudut bibirnya sendiri, memberi isyarat kepada orang di seberangnya kalau sekaannya belum purna.
“Ya, bagus. Salah satu karya kesukaan saya judulnya Kursi Manusia. Menegangkan, tapi juga membuat saya penasaran dengan akhir ceritanya—
{TUGAS}
Pada dalamnya biru samudera
Sepasang mata terkerling
Begitu indahnya lekuk tubuhmu
Serta cantiknya tarianmu memanggil
Tapi mengapa?
Saat kumeraihmu, kau lepas begitu saja
Jika bukan dengan tengan,
haruskah aku menangkapmu dengan kail?
Ikan
- Karya Hinano Shuri
@aoewarau dan mengunyahnya pelan-pelan.
“Favorit ya? mungkin saya lebih suka Edogawa Ranpo”
Tangannya menyeka remahan kue kering di sudut bibirnya sebelum kembali bersuara,
“Cerpennya keren, sampai kadang ingin saya lupakan dan baca lagi seperti pertama kali”
( @aoewarau )
@aoewarau “Digentanginya kok pilih-pilih? kalau saya jadi Natsume Soseki, saya bakal betulan marah lalu menggedor rumah Nikkari-san tiap malam”
“Tapi Yukio Mishima memang keren, sih”
Ia menyesap cafe au lait, mengambil camilannya—kue kering kecil yang bentukannya seperti beruang—
“Saya paham, menyatukan dua kepala atau lebih untuk menciptakan sebuah puisi itu memang agak sulit, tapi tidak mustahil untuk dicoba” ia menutup bukunya.
“Ah hampir saja lupa, tema puisi kali ini harus tentang masa SMA”
[QRT tweet sebelum ini untuk mengumpulkan tugas]