@_shrinesword ㅤㅤㅤ
"Kalau Ishiya-san berkenan, saya ingin meminjam bukunya. Kebetulan bulan ini masih belum ada kesempatan untuk ke toko buku — yah.. Dunia realita dimana makan pun bersyukur."
[ @_shrinesword ]
ㅤㅤㅤ
@_shrinesword ㅤㅤㅤ
Melihat gestur Ishiya-san, Nikkari tersenyum kecil sebagai pengganti kata terima kasih — karena sedang mengunyah. Dibersihkan sudut bibirnya, lalu meminum kopi uang yang ada di sebelahnya. Kombinasi aneh.. Tapi Nikkari candu.
ㅤㅤㅤ
@ymtn_yasu "Kamu sedikit kurang bertalenta dalam berbohong." Nikkari mengambil handuk dan baskom — diisi dengan air panas. Mengompres pipi merah yang lebam setelah mendapatkan izin dari si bocah.
Emosi remaja memang kadang tidak bisa dikendalikan. Tapi babak belur..? "Apa yang terjadi?"
@ymtn_yasu "Saya ingin merawat lukamu agar sembuh." Nikkari menaruh teh hangat di meja sebelah ranjang. Ia juga sudah menyiapkan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan untuk merawat anak siswanya. "Luka fisik memang utama saya, namun bila luka hati, saya akan membantu semampunya."
@_shrinesword ㅤ
"Ya.. Setidaknya bukan kamu yang gedor-gedor rumah saya." Nikkari terkekeh. Hiburan malam ini mengasyikkan.
Tangan lentiknya mengambil mangkok bubuk cabai. Menaburinya di atas ramen yang hangat. Mengaduk-ngaduk, lalu tersadar bahwa Ishiya-san sangat menikmati kopinya.
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ𝗨𝗞𝗦 — 𝗖𝗟𝗢𝗦𝗘.
Mengunci pintu UKS, Nikkari keluar dari ruangannya dengan helaan napas, lagi. Tangannya bergerak untuk menjepit rambutnya dan membenarkan kacamatanya. Hari ini, UKS sepi pengunjung. Bagus lah.
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ𝗨𝗞𝗦 — 𝗢𝗣𝗘𝗡.
Membuka kunci pintu UKS, Nikkari memasuki ruangannya dengan helaan napas lagi. Ia hidupkan lampu dan buka tirai ranjang yang berjejer. Siapapun pasiennya hari ini, semoga mereka tetap sehat selalu.
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
Nikkari menoleh kebelakang lagi.
𝘛𝘴𝘶𝘬𝘪𝘯𝘰𝘩𝘢𝘯𝘢 𝘎𝘢𝘬𝘶𝘦𝘯.
Itu adalah tempat ia bekerja sebagai staff UKS, sebuah upaya penyembuhan rasa sakit atas mimpi yang terbis. Karena bila masa kecilnya saja hancur, masa depannya juga tidak boleh runtuh.
ㅤㅤㅤ