@lilyterlelap Kata gue Undip gausah terlalu di-World Class University World Class University-in deh kalo ngurusin ginian aja LELET minta ampun. Lama-lama malu jir.
Tadi siang gw diinterview sama salahsatu media, katanya ada Pejabat Tinggi bilang, sekarang banyak pengangguran karena Skill Gap antara dunia akademik dengan industri.
Mau tau jawaban gw?
Salahsatunya gw jawab, itu tuh cuma kambing hitam. Ya gimana, lokernya ga ada. sekalinya lulus kuliah, saingannya sama seniornya yang udah lulus lama, punya pengalaman lama, tapi kena layoff.
Ada satu yang sebenernya mau gw tambahin tp ga enak: "Ya gimana, lokernya misal ada 2, yang megang 1 orang. itu kayak si yang bikin pernyataan, udah jadi pejabat, jadi komisaris pula. harusnya kan bisa mempekerjakan 2 orang, malah diembat semua."
kita udah pandai mendidik orang yang jago main sistem: ahli bikin abstrak, jago pilih conference gratisan, pinter ngulang riset yang sama dengan judul beda, dan mahir ngejar poin sinta, scopus, sama travel grant.
jangan heran. pikiran mereka diasah tajam buat game the system. tapi hatinya? kosong.
mendidik pikiran tanpa mendidik hati bukanlah pendidikan sama sekali. ini pendidikan yang rusak. kita melahirkan orang-orang pinter, tapi nggak punya integritas.
Teruntuk Mbak Prihatin eh Prihantini dan Mas Rizaldy.
Ada update dari massatsetsedunia di thread bahwa anda juga mengikutsertakan keluarga (nama Ibu anda) dalam hal ini untuk masuk sebagai author.
Anda juga memasukkan salah satu instansi dan sudah ada yg menyanggah.
Kemana anda saat ini?
Pada saat melakukan fabrikasi data yang kemudian menjadi ajang untuk disubmit di conference dan dapat travel grant, apakah tak terbetik dengan nasib kami para dosen dan ilmuwan Indonesia yang juga sedang berjuang membangun kolaborasi riset International?
kalian boleh ndak suka sama orang ini, tapi coba lihat buku yang dibacanya 6 tahun lalu.
"how democracies die" 📚
ditulis oleh ilmuwan politik harvard, steven levitsky & daniel ziblatt [2018].
buku ini membahas fenomena munculnya sejumlah pemimpin otoriter yang justru lahir dari pemilu [bukan kudeta], dan ditandai oleh 4 gejala:
1. memainkan aturan
2. delegitimasi lawan politik & menempatkannya sbg musuh negara
3. menggunakan kekerasan & intimidasi
4. membatasi kebebasan sipil & pers
ketika empat indikator ini terpenuhi, maka semua alat dan lembaga demokrasi sudah tidak akan demokratis lagi.
pemilu tetap ada tapi hanya sebagai seremoni, warga yg mengritik dipersekusi dan dijerat masalah hukum, "koran-koran" masih terbit tapi menyensor diri...
dan inilah yg sedang terjadi hari ini. :)
Banyak yg tanya soal kasus Nadiem. Ada yang DM, “Kok Abang diam di kasus Nadiem?”
Pagi ini saya bunyi.
- Saya menyimak pendapat Pak Anhar Gonggong
- Saya mengamini semua opini Anhar
- Lebih dari itu Zyrex konon indikasi diambil grup LBP, mereka kebagian dominan pengadaan Chrome Book
- pihak kedua terbanyak adalah https://t.co/BRlznyGhJf.
Khusus Bhinneka saya pernah 3 tahun di sana, sebagai Creative Director, mulai 2001. Saya kenal pendirinya dan pengelolanya. Selama saya di sana bhinneka tiga tahun berturut daoat Bubu Award, e-commerce terbaik.
Premis saya: HARGA CHROME BOOK itu ketinggian. Fakta sudah jauh hari direncanakan.
Soal hukuman Nadiem ketinggian? Bagi saya salah dia sendiri tak berani buka suara indikasi Jkw, LBP, menjadi bagian. Maka dia telan sendirilah barang ni.
Begitu opini saya. Jadi saya tak ikut advokasi Nadiem. Pun sebagai Mendiknas, saya menyimak ia tak paham pedagogik, di eranya tak ada terobosan pendidikan mendidik!
Demikian
Soal kasus Nadiem, aku lebih sepakat dengan penjelasan Prof. Mahfud. Proyek Chromebook kabarnya sudah ditolak sejak era Prof. Muhadjir dan dianggap gagal di Malaysia, namun kenapa justru diloloskan di era Nadiem? Bahkan pembicaraan sudah dilakukan sebelum ia menjadi menteri.
Tau gak kenapa mereka bisa ketawa2 ngerasa aman2 aja?
Soalnya kalo chaos, mereka tinggal naik pesawat dan kabur dari negeri ini. Begitu sampe luar negeri pun tetep nyaman, uang & aset aman.
Lah kita?
Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
Lah, Andrie Yunus gak diminta untuk disiram. Itu kan ulah dari mereka sendiri.
Kemudian, hukumannya diringankan karena terkena dampak cipratan juga?
Yap, gua yakin memang ini ada perintah.
Punteun, yang menghapus rekrutmen CPNS Guru itu terjadi di era beliau.
Jutaan guru kami sekarang terjebak dalam skema PPPK yang dimana, guru guru kami terancam putus kontrak jika kemampuan fiskal daerah tidak mendukung
Dan kini, anggaran pendidikan sendiri telah dipangkas oleh MBG. Ini jelas jelas berpengaruh terhadap pengurangan dana transfer ke daerah khususnya soal anggaran pendidikan
Dan setiap 5 tahun, guru guru kami was was soal keberlanjutan karir mereka & ini bukan masalah kinerja baik/buruk, ini soal anggaran daerah. Apalagi ini guru ASN yang jumlahnya mencapai jutaan