pernyataan prabs soal londo ireng:
minta maaf ❌
nyari pembenaran ✅
"anda boleh ngata-ngatain pemerintah, pemerintah juga boleh dong mengkritik anda"
"jangan marah ketika pemerintah mengatakan ada londo ireng yg berpakaian wartawan, pengamat, & lsm"
"seolah kita tidak bisa menyampaikan pendapat satu sama lain"
eh baru liat eps upin ipin yang ini, jd pas fizi ultah susanti ngasih hadiah, HADIAHNYA ITU RUPIAH 50k, tiba tiba ehsan nyeletuk
Ehsan: banyak sekali nol-nya uang itu, kau kaya fizi! 😭🥀🥀
lagi jogging sore di samperin odgj.
💂🏻♂️: heh
👱🏻♀️: oi, dari mana?
💂🏻♂️: noh *nunjuk ngga jelas*
👱🏻♀️: oke oke
💂🏻♂️: ngapain?
👱🏻♀️: jogging mau ikut?
💂🏻♂️: ikut
👱🏻♀️: bisa lari ngga?
💂🏻♂️: ngga, capek
👱🏻♀️: yeu tadi mau ikut.
💂🏻♂️: olahraga yah?
👱🏻♀️: iyaaa, biar kurus
💂🏻♂️: gendut yah?? makan banyak?
👱🏻♀️: makan orang, mau di makan?
💂🏻♂️: aaaaaaaa *teriak*
👱🏻♀️: kenapa woy??? jangan teriak teriak
💂🏻♂️: TOLONGGGGGGG
lah kenapa jadi dia yang teriak minta tolong 😭
kan harusnya wanita pick me ini yang teriak
cc : arinahaqa
Klo di inget lg keknya ada aja kejadian konyol di CK dah tiap kali nongkrong,
terakhir ada org jepang minta rokok ke gue *kirain minjem korek soalnya gesture tanganya trs tbtb minta rokok jg*
trs pernah jg ngeliatin ada pasangan berantem lg ujan ujanan😂
adulting itu rumusnya cuma “never asking why”
Dihapus pertemanan? Ok.
Diunfollow? Ok.
Ngga dikabarin? Ok.
Ngga diajak? Ok.
Bersikap seperti biasanya dan melanjutkan hidup. Temanmu juga tidak sepenting itu.
Hati selamat dan hidup tenang.
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.