Di dunia kerja, everyone is replaceable. bahkan orang yang rela lembur, skip makan, sampai ngorbanin kesehatan, ketenangan, dan waktu sama keluarga sekalipun.
sekeras apa pun lo berkorban, pekerjaan bakal tetap berjalan bahkan setelah lo pergi.
so please, jangan kasih seluruh hidup lo buat pekerjaan sampai lupa nyisain sedikit waktu dan energi buat diri sendiri. your job is part of your life, not your entire life.
Ga enak banget jadi orang yang everything-nya always based on feelings, overthink terus, sensitive berlebih, sampe akhirnya malah capek sendiri dan susah buat just let things go.
ternyata ga bantuin orang itu gapapa, bukan ga peduli tapi kita juga harus tau batasan
it’s okay to let them take responsibility for their own problems
ga perlu mikirin orang terlalu jauh, even when you’re struggling yourself, only you can truly overcome it.
kita ga pernah bisa jadi paling baik di mata manusia lain, jadi ga perlu repot-repot membuktikan apa pun pada siapa pun
there’s no need to constantly seek validation from others, just be your own best version without trying to prove anything to anyone.
Kalian tau silent burnout ga sii??
jadi kaya, silent burnout itu dimana keadaan emosi dan mental kita lagi di posisi yang cape banget tapi kamu diem aja (silent treatment), sampe kita gapernah ngeluh soal banyaknya rasa sakit. tapi hebatnya orang yang mengalami itu kehidupannya tetap berjalan normal seperti biasanya, tapi di dalam hatinya hancur sehancur hancurnya bahkan kaya mati perlahan, dan itu ternyata adalah hal yang berbahaya jika seseorang tidak pernah bisa meluapkan emosinya, akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena terlalu banyak emosi yang ngga di luapin.
Setiap manusia harus menyelamatkan kepala mereka masing-masing. Kemampuanmu yang buruk menangkap makna, tidak jadi tanggung jawab orang lain seharusnya.
gue belajar untuk ngasih space ke siapa aja yang ngerasa ngebutuhin itu.
gak ada orang yang jahat cuma karena gak balas chat atau gak ngajak ngomong, semua orang boleh capek dan diam. untuk beberapa orang, ngobrol banyak itu effort.
Resign itu wajar.
Switch career itu wajar.
Mulai dari nol juga wajar.
Yang nggak wajar itu bertahan di tempat yang tiap bangun tidur bikin lu cemas.
It’s okay to take a step back.
Kayaknya level paling tinggi dari bodo amat di tempat kerja itu bukan resign.
Tetap kerja, tetap ngerjain semuanya sampai beres, tapi udah nggak pakai hati lagi.
Yang penting kewajiban gue selesai. Udah, itu aja.
Tahun ini bener-bener nemuin titik paling lelah sepanjang hidup. Tapi anehnya, di saat yang sama, gue baru sadar ternyata kapasitas bertahan gue seluar biasa ini. Capek banget, tapi bangga sama diri sendiri yang nggak nyerah.
Cobalah bekerja di posisi yang harus melayani banyak karakter manusia. Dari sana kamu akan memahami bahwa jabatan, uang, dan pendidikan tidak otomatis membuat seseorang memiliki sopan santun.
Ternyata cara paling ampuh menghadapi drama kantor adalah “iya, maaf ya next diperbaiki”. Nggak perlu debat, nggak perlu menjelaskan panjang lebar. Hemat energi, hemat emosi. Dan lucunya, yang biasanya paling drama malah jadi kicep sendiri 😂 wkwkwk.