JUST IN: A McKinsey report finds Indonesia could reduce 50% to 60% of their budget sarapan Soto Seger Boyolali at the weekend if citizens stopped buying sate-satean or gorengan.
@arieparikesit Mohon rekomendasi titik koordinat buryam yang mantap rasanya di daerah sekitar kotwis/transyogi/cimanggis/depok menurut kurasi pak Arie🙏🏻
@suaradotcom Hari ini tu kek kacau banget perasaanku. Baca kakak yg kehilangan adiknya, nenek yg pengen nengok cucu, tim kompas dan beberapa kisah pilu korban yg dalam perjalanan pulang ke rumah. Sekacau ini ya sistem negara? Surga untuk para korban. Aamiin 🥀
@NodaMembundle Bugeb semangat!! semoga ketemu solusi yg paling baik untuk sekeluarga. Insya Allah apapun pilihannya semoga Allah jaga si gantenk Rustam biar sehat terus
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
RELATE BGT.
Suamiku super hands on ke anak. (I'm lucky I have him) tp ternyata tidak menjamin ga ada pikiran2 aneh di kepalaku.
Bahkan krn suamiku jg hands on, aku jg check on him. Dia baby blues ga 😅
Namanya bayi ya. Nempel 24 jam non stop ke ibu bapaknya. Itu GILA BGT RASANYA.
Ada di momen2 tertentu aku pingin masukin kepala di dalam bak air. Biar ga denger suara apa2 lagi.
Kaya pingin tenggelemin kepala aja. Tapi gak aku lakuin. Karena setiap saat suamiku selalu nanya, 'You okay? You need what? You want to be alone?' Padahal at the same time dia yg ngurus anak.
Dia yg mandiin. Dia yg nidurin. Bahkan dia kadang ngasi ASI via sendok kecil krn payudaraku kesakitan setiap saat harus mengASIhi anak.
Ada momen kita berdua sama2 mau gila, kita minta ibu aku untuk gendong anak kami sebentar. Kita cuma baring aja di kamar berdua sambil napas dan dengerin musik. Dapet santai 15 menit abis itu pegang anak lagi.
Pokoknya gila deh.
Buat aku, sosok Ibu dan Bapak yg hands on sama anak itu luar biasa. Terutama Ibu ya. Berbaik hatilah sama Ibu. Mungkin itu kenapa ada istilah surga di telapak kaki ibu, karena dia bukan cuma korban nyawa buat ngelahirin anaknya. Tapi dia ngorbanin jati diri dia seutuhnya.
Badan seisi2nya berubah. Isi kepala seisi2nya berubah.
Mau dipermak pake operasi plastik dan olahraga pun, kalo uda jadi IBU, semua BERUBAH. Can't explain
@rizrizkyamalia + visually pleasing & appealing juga kak masakanmu🤍 Aku juga bisa masak enak karena jobdesk sehari-hari 😆 tapi lihat foto2 cantiksmu ini tetep bikin aku ngiler sih lihatnya. Keren, suka bgttt🤩