Bayangkan ini:
Ada seseorang—anonim, sebut saja Pak Jono.
Dia kirim 10.000 email random ke 10.000 orang asing.
- Ke 5.000 orang, dia bilang saham A akan naik minggu depan.
- Ke 5.000 lainnya, dia bilang saham A akan turun.
Minggu depan, salah satunya pasti benar.
Lalu, dia lanjut ke 5.000 orang yang “benar”.
Kirim prediksi lagi:
- 2.500 dibilang saham A akan naik
- 2.500 dibilang saham A akan turun
Dan begitu seterusnya…
1250 → 625 → 312 → 156…
Tersisa 156, dan kamu salah satunya, yang udah 5x berturut-turut melihat “ramalan” Pak Jono selalu tepat.
Kamu takjub. Kamu mulai percaya. Kamu mikir: “Wah, ini orang bisa diandalkan!”
Kamu akhirnya beli kelas premiumnya, yang harganya puluhan juta itu—untuk dapetin sinyal trading eksklusif tentunya.
Beberapa minggu kemudian...
rungkad! 📉
Apakah aku bebas dari bias mental accounting? Oh, tentu tidak!
Aku juga sering kejebak.
Misalnya, income dari jualan Apel kadang langsung aku anggap sebagai “uang jajan”—lalu kepake buat self-reward. Wkek
Padahal, secara logika, harusnya tetap dikelola bareng income yang lain.
Tapi ya begitulah…
Each of us is a victim of our own emotions. 😌
Setuju? Atau pernah ngalamin sendiri?
Kalau thread ini bermanfaat, bantu repost biar makin banyak yang ngerti soal mental accounting! 🙌
Dan kalau kamu suka bahasan keuangan yang relate & manusiawi kayak gini, follow aja @abdrouf. Kita belajar bareng.
Jadi, solusinya apa?
🔹Sadar kalau kamu bias.
🔹 Anggap semua uang punya “nilai kerja keras,” tak peduli asalnya.
🔹 Rancang strategi keuangan — bukan berdasarkan label emosi.
Latih otak buat ngelola uang dengan logika, bukan cerita.
Dengan kata lain:
orang hebat akan tetap jadi hebat karena mereka tahu cara membangun keahlian—bukan cuma punya satu keahlian.
Bagaimana menurutmu? Ayo diskusi!
Lagi kepikiran:
Kalo seorang expert di suatu bidang bisa mengulang waktu dan memilih jalur karier yang sepenuhnya berbeda, apakah dia akan tetap jadi expert di bidang barunya itu?
Gimana menurutmu? 🤔
Mungkin yang kita sebut “bakat” itu — lebih sering adalah pola pikir, bukan bidang.
→ Pola pikir untuk belajar cepat.
→ Pola pikir untuk gagal dan ulangi.
→ Pola pikir untuk sabar di jalan yang nggak instan.
Untuk teman-teman yang pernah beli, follow, atau sekadar mampir saat era Abe Mac — terima kasih 🙌
Kalau kamu baru di sini: selamat datang!
___
Kalau kamu suka bahas:
– keuangan pribadi & usaha
– keputusan & cara berpikir
– insight dari buku-buku bagus
Follow aja.
Kita bisa tukar pikiran dan saling belajar.
BYE, ABE MAC! 👋🏻
Setelah beberapa waktu hiatus dan menimbang-nimbang… akhirnya aku memutuskan untuk:
Memulai babak baru.
Aku akan meinggalkan nama Abe Mac,
…dan mulai berbagi sebagai diriku yang sebenarnya.
Dulu, akun ini mostly tentang Apple & jualan.
Sekarang, aku ingin menjadikannya ruang berbagi soal hal-hal yang lebih mendasar: finance, entrepreneurship, thoughts, & books.
Akun ini akan jadi catatan perjalanan—plus insight yang semoga relevan buat kamu juga.
Dan ya, sesekali mungkin aku masih akan jualan produk Apple. Tapi itu bukan fokus utamanya lagi.
WTS/Jual Iphone 15 Pro 128 GB Natural Titanium Garansi Ibox
Rp14.400.000 aja ya.. BH tinggi, garansi ON 😄
- Resmi Ibox 🇮🇩
- BH 95 CC 262
- Garansi 29 Agustus 2025
- Fullset Original
- Fisik 100% Mulus
Trade in, Tuker Tambah boleh banget!
📍COD Jakarta Sekitarnya
Izin bantu sundul suhu🙏 @macabemac @balmadudin@secondrasabaru@MulkyIcal
tg. want to sell wtb ibox IP 11 12 13 Pro Max #Zonauang