Kebijakan pendidikan kita masih berpihak pada struktur ekonomi, bukan pada keadilan sosial. Karna kuliah bukan lagi soal prestasi, tetapi soal siapa yang mampu membayar.
Harga kebutuhan pokok terus meningkat, pajak dan pungutan negara makin luas jangkauannya, dan daya beli masyarakat makin tergerus. Perluasan basis pajak belum diimbangi dengan peningkatan nyata pada layanan publik, terutama dalam sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan
Akses terhadap pendidikan tinggi menjadi beban baru bagi banyak keluarga kelas menengah ke bawah. UKT yang seharusnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi justru tidak jarang ditetapkan terlalu tinggi