Sebuah thread panjang dan iseng. Daripada lumutan, mending mencoba produktif membuat sajak. Berhenti saat pandemi berakhir, akun ini dibajak orang yang nggak suka sajak, penulisnya wafat, semesta kiamat, atau yang punya akun malas.
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Enak ya abis dapet duit ngebuzzer, bantu negara jadi ancur, begitu ancur langsung "I am finished with the government and its politics".
Najis senajis-najisnya.
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
well-dressed = necis = perlente
"Necis" dari bahasa Belanda "netjes" yang memang berarti 'rapi'.
Namun, "perlente" dari bahasa Portugis "parlenda" yang berarti 'permainan kata'. Tampaknya dulu orang yang pintar bermain kata biasanya berpenampilan apik.
Di Ambon, "perlente" atau "parlente" dimaknai sebagai 'tukang tipu'. Bisa tebak kenapa?
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
Ifan Seventeen .
vokalis band, 2x gagal nyaleg (Gerindra 2014, PKB 2019), juru kampanye Gerindra urutan ke-804 , ditunjuk jadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), 10 Maret 2025.
Latar belakangnya? S1 Ekonomi UGM.
Bukan perfilman. Bukan produksi. Bukan manajemen BUMN.
Pengalaman di industri film? Nyaris nol.
Proses seleksinya? Ditelepon dari Kementerian BUMN. Tanpa fit and proper test. Tanpa seleksi terbuka.
Langsung ditunjuk.
Ifan sendiri ngaku: "Ada salah satu orang dari Kementerian BUMN yang menunjuk. Awalnya menelepon, menghubungi, terus menunjuk saya jadi Direktur Utama."
Yang dia punya untuk dapat jabatan ini:
a. Aktif puji Prabowo di media sosial
b. Masuk daftar juru kampanye Gerindra
c. Nol rekam jejak signifikan di industri film
Fedi Nuril , aktor senior dengan puluhan film nasional ,langsung sindir keras penunjukan ini.I
ni bukan soal Ifan.
Ini soal sistem yang kasih jabatan Dirut BUMN lewat telepon, tanpa tes, modal rajin puji penguasa di Instagram.