Gue yakin 100% Cristiano Ronaldo punya post power syndrome.
Padahal tinggal nerima kalo dia itu udah decline & kureng, dan itu manusiawi bgt, orang udah 41 tahun juga.
Tapi dia ga mau. Jelas udah bukan cuma ambisius lagi tapi juga campuran ego & denial. Portugal stuck gitu aja udah, bisa aja explore taktik lain yg lebih fluid dengan skuat oke begini tapi terus-terusan main pake target man si dia.
Yes dia legend & udah bikin legacy, tapi sepak bola kan juga game of form. Mesti pisahin legacy (dulu) & form (sekarang).
Gak ada ceritanya rekan setimnya yg lebih muda wajib service & build the team around him terus-terusan krn dia legend. Kalo gitu bikin aja Ronaldo FC, jangan Timnas Portugal.
Dia dah bukan dia 10 tahun lalu. Di kepala dia mungkin iya, tapi realitanya, bhaap.
Fakta bahwa Roberto Martinez ga berani ganti dia & ngebiarin dia main 90 menit sejelek tadi speak for itself. So funny, bakalan jadi wasted potential banget skuat sebagus ini kl sampe ga ke mana-mana lagi.
Come on @selecaoportugal do something
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dari laga Portugal vs DR Kongo.
Bruno Fernandes sudah berada dalam posisi yang sangat menjanjikan untuk mencetak gol, namun Cristiano Ronaldo datang mengambil bola dan memilih menyelesaikannya sendiri. Peluang pun terbuang, sementara ekspresi Bruno setelah kejadian itu langsung menjadi sorotan.
#FIFAWorldCup
Scorelab iki cen rung siap segala lini, jenenge wae ono "lab" e sek artine : untuk melakukan percobaan, penelitian, pengukuran, atau pelatihan.
@PSSleman
Salah satu pemasukan tim adalah dari merchandise. Semoga musim depan semakin baik dalam segala hal.
Kalo menurut netizen, apa yang perlu di evaluasi dari pengalaman musim kemarin? 😁
📸klambibola
aku kan ga terlalu ngikutin bola banget..
tapi kok aku heran,
view arsenal juara liga bisa kalah sama view bruno fernandes yg pecahin rekor assist semusim 😭
Ok, bagiku event “Viva La PSS” bkn sekadar event pameran jersey atau arsip sejarah biasa. Yg sedang dibangun oleh PSS Sleman adalah ruang ingatan kolektif.
Sebuah tempat di mana sejarah, identitas, nostalgia, dan rasa memiliki dipertemukan dalam satu lorong emosional bernama PSS