@Hragy And they wonder why they chose Morocco, it's not to hear racist shi like that. One mistake with the Netherlands and they would hear " go back to your country", well they did.
Pertanyaan di siang ini untuk developer:
Kenapa semua app & web bikinan Indonesia login page nya selalu menyertakan captcha?
Nggak punya cara lain kah utk mendeteksi human dgn reliabel?
Maaf ini cuma bertanya aja karena saya nggak ngerti beneran.
Micin salah apa sih sama kalian ampe dimusuhin? Gosip micin = gabagus ni uda lama banget, kalian kemakan brainwash orang amrik yg "takut" resto mereka sepi karena chinese food dimana2 enak dan lebih terjangkau.
Bayangin nyobain sensasi betapa cepatnya mobil F1 & disetirin Lewis Hamilton?
Beberapa hari lalu di Fiorano, sejumlah orang terpilih mendapatkan kesempatan beruntung itu. Dengan mobil F1 yang dimodifikasi menjadi three-seater, Hamilton membuat mereka merasakan sensasi kencangnya & menyiksanya mobil F1.
Lebih spesialnya lagi, ini mesin V10.
Sasis aslinya adalah Ferrari F2002 yang begitu dominan di eranya: 11 kemenangan & sapu bersih semua podium dalam 17 balapan.
Dimodifikasi untuk keperluan "passenger demo" dengan dua kursi tambahan di belakang kokpit. Hidung dan bagian belakangnya memang sudah alami sejumlah modifikasi supaya lebih modern. Tapi raungan mesin V10-nya masih menggelegar.
🚨 FERRARI STRATEGY MASTERCLASS~
Ketika Lewis Hamilton diberikan ban soft untuk start, kami langsung tahu kalau Ferrari akan bermain agresif dan lakukan segala cara untuk dapatkan track position.
Beneran kejadian & Ferrari eksekusi strateginya dengan jitu.
Ferrari berani ambil inisiatif untuk pit stop cepat. Mereka menjebak Mercedes di dalam pilihan: mau ikut tiga stop atau bertahan dengan strategi dua stop? Dua-duanya sama-sama merugikan, namun pilihan Mercedes untuk bertahan dengan dua stop memberikan Hamilton track position di P1 pada stint kedua.
Di saat itulah keberuntungan tiba. Mobil Alonso bermasalah, membawa Virtual Safety Car. Rezeki tak ke mana, Ferrari manfaatkan ini untuk dapatkan pit stop gratisan dan curi pimpinan lomba.
Diberi strategi jitu dan mobil kompetitif, kombinasi sempurna untuk membuat Hamilton kembali seperti masa jayanya. Dia belum habis.
Ferrari sempurna.
Hamilton menggila.