@tanyarlfes Kalau itu paket yg emang bisa milih dada/paha aman2 aja nder. Kecuali pesennya yg sayap... atau bahkan paket nasi telor ceplok. Nah itu baru kelewatan wkwkwk
Gw juga membiasakan anak-anak serius urusan akademis, nilai ujian ga boleh jelek.
Kalo jelek yang gw lakukan:
1. Ngecek cara belajar apakah sudah tepat? Kalo belum tepat ya diajarin strategi belajar yang bener.
Nilai bagus itu butuh strategi belajar yang bener dan ga semua orang paham hal ini.
2. Mengajarkan anak melihat angka sebagai data -- bukan punishment atas ketidakmampuan. Dengan begini, anak diajarkan fokus pada solusi.
3. Koordinasi dengan sekolah, karena kadang nilai jelek itu bisa berasal dari cara mengajar guru yang ga mudah dipahami murid.
4. Cek apakah ada faktor lain diluar urusan sekolah? Bullying? Lagi jatuh cinta? Kurang tidur? Atau apa?
"Kok ga dimarahi kalo nilainya jelek?"
Karena tanpa harus dimarahi, anak gw sudah "memarahi" dirinya sendiri ketika ga mencapai target tertentu.
Lingkungannya isinya juga anak-anak yang secara akademis excellent -- jadi kalo nilainya jelek dia pasti malu.
Dalam kondisi begitu, tugas gw adalah puk puk si anak supaya ga down dan membantu dia menganalisa masalah dan mencari solusi.
Kalau kamu berdoa minta dijadikan manusia yg lebih baik, siapkan mentalmu ya.
Karena proses menjadi makhluk yg lebih baik itu tak semanis tujuan akhirnya.
Mahasiswa yang ngerjain skripsi itu adalah bagian dari society. Nulis skripsi bikin mahasiswa itu mikir tertib, sistematis, dan mampu menyampaikan pemikiran secara tertulis. Kemampuan itu beneficial buat society.
Produk skripsi itu bukan naskahnya, tapi manusia yg nulisnya.
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
@ryshw_@SukaFilm5 Saya rasa lebih baik ibu memusatkan perhatian secara seimbang dibandingkan angka semata.
Apakah dia mulai memikirkan cita-cita dan goals sendiri yang realistis?
Bagaimana caranya menyikapi permasalahan dan memperlakukan diri sendiri/orang lain?
Apa kelebihan dan kekurangannya?
@ryshw_@SukaFilm5 Saya yakin disini niatan ibu baik, karena peduli akan masa depan anaknya. Tapi saya yakin niatan komen2 yang lain ini (kebanyakan ya...) karena juga peduli akan perasaan anak tsb. Mungkin banyak yang tumbuh dgn pola asuh yg serupa, yang tidak ingin anak ibu merasakan itu juga.
fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂
"What we call ‘personality’ is, in many ways, the residue of a child’s best efforts to manage the impact of another’s mind.The adult is followed by both sides of this asymmetry and spends the rest of their life trying to work them through without reexperiencing the old injuries."
"Transference arises spontaneously in all human relationships ... and the less its presence is suspected, the more powerfully it operates."
Freud (1909)
When patients ask, “What disorder do I really ‘have’?” the honest answer is usually more interesting and messier than a single label. I wrote for the @nytimes on what I wish people understood about diagnoses and the nature of mental health problems.
https://t.co/ua2g6PzeAZ
@nakamatika Dulu aku SNBP juga sempet gitu kakk😭 di web SNPMB biru, di web UInya malah ditolak sampe aku telfon helpdesknya buat dibantu. Terus tiba2 pengumumannya diundur ga jelas, yg seharusnya jam 3 sore jadi malam sampe besoknya jam 8 wkwkwk