your brain is always becoming better at whatever you repeatedly do. that’s why repetition changes people more than motivation ever will. if you spend every day stressing, overthinking, comparing yourself to strangers online, replaying old mistakes, and expecting the worst, your brain slowly starts treating those patterns like home. it begins scanning the world for more proof that you’re not enough, that life is against you, that things won’t work out. the scary part is your brain doesn’t care if the pattern is helping you or destroying you. it only cares about what gets repeated.
but the same thing works in your favor too. when you repeatedly choose discipline, growth, gratitude, focus, and belief in yourself, your brain slowly reshapes around those things as well. at first it feels unnatural because your old patterns are louder, but over time your perspective changes. challenges stop feeling like signs to quit and start feeling like part of the process. your mind becomes whatever it practices most. so be careful what you keep giving your attention to because eventually, your thoughts become your reality.
Bedakan kenyataan dengan pikiran.
Contoh:
Kenyataan: dia enggak bales chat
Pikiran: dia enggak peduli aku, aku diabaikan, aku emang orang yang enggak layak dicintai, dsb
Suatu kenyataan bisa terasa makin berat karena berbagai macam tafsiran pikiran.
Aku setuju resiliensi atau daya lenting itu penting sebab stressor akan selalu ada setiap harinya. Namun, ada kalanya kita juga perlu 'menghindari' stressor ini.
"Gak salah, menghindari?"
Iya, gak salah. Salah satu coping stress itu bisa juga kok dengan menghindar.
Kurasa orang-orang kadang salah paham, seolah-olah 'menghindari stressor' --> jelek. Sementara, menghadapi stressor secara langsung --> baik.
Pada kondisi-kondisi tertentu, menghindari itu bisa jadi pilihan yang baik. Coping mechanism yang sehat sebenarnya seseorang bisa menggunakan berbagai variasi cara dalam menghadapi tekanannya.
Jadi, bukan hanya terletak pada bagaimana cara menghadapi suatu masalah/tekanan tapi juga TAHU TIMING kapan menggunakan cara-cara tertentu.
Kalau pada saat itu resource yang kita punya terbatas (energi fisik, emosional, dll.) menghindar SEMENTARA WAKTU bisa jadi coping yang baik. Yang tidak sehat adalah ketika HANYA MENGGUNAKAN 1 CARA PADA SETIAP SITUASI.
Menghadapi stressor langsung bisa jadi baik tapi kalau kita tidak bisa mengukur diri, terus-terusan menghadapi stressor pada saat keadaan tidak memungkinkan --> malah jadi masalah kesehatan mental yang lebih parah, itu justru coping stress yang gak sehat.
Artinya, seseorang kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan situasi yang ada. Termasuk menyesuaikan cara dia menghadapi masalah.
Sore tadi membaca kembali salah satu quote yang entah dari siapa, yang bunyinya:
"A parent's primary responsibility is not their child's day-to-day happiness.".
Children need to experience the full spectrum of human emotions, including sadness, anger, boredom, and disappointment, while in a safe environment. If they are constantly rescued from negative feelings, they never develop the internal coping mechanisms required for healthy adulthood.
We see our home planet as a whole, lit up in spectacular blues and browns. A green aurora even lights up the atmosphere. That's us, together, watching as our astronauts make their journey to the Moon.
JUJUTSU KAISEN Season 3 Finale.
Thank you for watching!
The Culling Game continues.
The story moves to Season 4 "The Culling Game Part 2."
Stay tuned for more updates.
#JJK#jujutsukaisen#TOHOanimation
Pas jadi dewasa ternyata perlu skill buat ngerelain sesuatu. Salah satunya duit gajian. Baru mampir 5 menit, udah minta pamit buat pergi ke rekening orang lain 🥲🥲🥲
Beberapa kali terjadi, pengeeeen banget merespon suatu postingan atau reply seseorang di medsos.
Aku pikir responku pasti keren/savage, sangat edukatif dan dibutuhkan banyak orang. Akulah si orang penting itu.
Tapi beberapa tahun terakhir aku coba menahan.
Nggak mau buru-buru klik *post*, mikir berulang-ulang. Rasanya?
Nggak enak banget. Ngganjel di hati. Kepikiran, posting nggak ya???
Tapi ternyata rasa nggak enak itu cuma sementara. Sekarang kalau diingat2, aku nggak bisa ingat postingan mana aja yg tadinya ingin aku respon.
Sebenarnya nggak penting.
Kadang kita cuma mencari kemenangan2 kecil di medsos padahal dampaknya nggak signifikan di kehidupan nyata 🥲