tadi pagi shalat eid di masjid al azhar, khutbah dari @aniesbaswedan tentang kurban, kota, dan agenda keadilan.
bengong dan merinding pas beliau mimpin doa. ternyata teksnya diunggah, semoga bisa kita ulang di waktu ibadah masing-masing.
doanya sambil mikirin raja ampat.
Habis ngubek2 hotel murah di Jogja buat next trip, gw nemuin banyak hotel hidden gem yg suasananya asri, homey, ada kolam renangnya juga. Rate-nya pun ada yg murah bgt, cuma 160ribuan ๐ฎ
Gw share beberapanya yg udah gw kurasi "terbaik" dengan rating tinggi. Silakan di save ๐ซฐ
Baru gajian, eh duit cuma numpang lewat.
Baru dapet bonus, eh ada aja pengeluaran mendadak.
Baru terima THR, eh malah harus ganti ban mobil.
Dulu aku selalu merasa seperti ini. Sampai suatu hari, guruku yang mulia mengajarkan mindset yang mengubah hidupku.
~A Thread
Yang bikin bingung, Pajak makin gede tapi utang Negara makin gede
Kita yang bayar pajak kenapa kita yang disuruh buat laporan, harusnya kan mereka yg laporan ke kita, uangnya buat apa saja
Trading Halt dan Potensi Lengsernya Prabowo
18 Maret 2025 menjadi hari yang mungkin akan dicatat sebagai sejarah bagi banyak orang di Indonesia, khususnya pelaku saham. Pada pukul 11:19 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 5%, turun 325,03 poin ke angka 6.146,91. Atas anjloknya harga saham, BEI harus menghentikan perdagangan sementara (trading halt), sesuatu yang terakhir kali terjadi saat pandemi COVID-19 melanda di Maret 2020.
Bayangkan, pasar saham yang biasanya ramai tiba-tiba โdiamโ karena semua panik. Namun, fenomena ini bukan hanya tentang saham atau uang di dompet para investor. Fenomena yang terjadi hari ini, berkaitan dengan cerita tentang hidup kita sehari-hari. Misalnya, harga beras yang naik, pekerjaan yang goyah, sampai harapan yang mulai pudar. Nah yang menjadi pertanyaan, โApa yang sebenarnya terjadi di pasar saham?โ.
Kalian bisa membayangkan kalau IHSG diibaratkan seperti termometer yang mengukur kesehatan ekonomi kita, dari akhir 2024 di angka 7.163, sekarang menjadi 6.146, turun lebih dari 11% dalam tiga bulan. Investor asing kabur membawa Rp 24 triliun, termasuk Rp 3,47 triliun sehari setelah Danantara diresmikan tanggal 24 Februari 2025. Trading halt diibaratkan sebagai tombol darurat yang ditekan oleh BEI, karena semua orang buru-buru menjual saham mereka.
Apa sih yang menyebabkan BEI menekan tombol darurat? Di dalam negeri, menurut saya terdapat tiga โbiang kerokโ: (1) Danantara, (2) pemotongan APBN, dan (3) RUU TNI. Sedangkan di luar negeri, tarif baru dari United State, perang Rusia-Ukraina, serta ekonomi US yang sedang sakit, membuat suasana tambah runyam. In my humble opinion, fenomena yang terjadi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan yang ambruk.
-Sebuah Esai-