Guru adalah fondasi bagi setiap pencapaian besar. Terima kasih atas ilmu dan bimbingan yang tak ternilai. Selamat Hari Guru Nasional. Guru Hebat, Indonesia Kuat!
Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih dengan Bapak Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Rapat pertama terkait ketahanan pangan, lalu rapat kedua membahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bapak Presiden menyampaikan untuk mengoptimalkan semua kinerja kementerian dalam mensukseskan ketahanan pangan dan mendorong pembangunan KEK yang dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional serta merampungkan PSN agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
Nampaknya akan ada 1 menteri yang segera dapat Kartu Merah karena ditenggarai back up Judol..
Ayoo mulai panik neh .. semua harus diawali dengan Bersih 😀
Soal kisruh Nasab Baalawi, ada Dawuh menarik dari Romo Yai Afifuddin Muhajir, seorang Alim, Faqih, Wakil Rais Aam PBNU.
Begini Dawuh beliau "Mau percaya atau tidak percaya, bahwa seseorang keturunan Rasul atau bukan itu tidak apa2, toh bukan termasuk Rukun Iman, silahkan tak percaya, namun jangan diutarakan "kamu bukan turunan Rasul", soal nasab ini tidak ada kaitannya dg agama, dalam agama kita dituntut untuk mencari guru yg baik, guru yg baik itu ya yg Alim, solih, wara` dst, bukan yg turunannya Rasul, keabsahaan sebuah Hadist misalnya, bukan dinilai dari Perawinya keturunan siapa, namun yg dijadikan patokannya dari Alimnya, Dhobitnya, integritasnya. Jika ada anjuran untuk tidak mengundang Habib karena bermasalah perilakunya, silahkan, namun kalo karena soal keturunan Rasul, jangan, kita mengundang orang utk ceramah itu karena alim, karena baiknya, karena ilmunya, karena perilakunya, tidak peduli dia habib atau bukan."
Yg menilai Menag Kompeten dlm urusan haji itu ratusan ribu jamaah Haji, tiap hri mereka merasakan bagaimana pelayanan haji kita, sblum brngkat, di tanah suci smpe balik lg, dan sangat memuaskan, kl kata Pansus Mah itu politis, cmn ga pngen GusMen jd Menag lg aja, payah...
Ini cara menanggapi “cercaan” yg baik dg cara “owning the opponents”, memakai cemoohan lawan, yaitu istilah Mulyono, sebagai milik sendiri. Lawan malah kecele. Ini seperti kemampuan seseorang mengolok2 diri sendiri.
Salut!
PBNU berupaya membangun ekosistem organisasi yang koheren. Siang ini saya bersambungrasa dengan PP GP Ansor dan PP Pagar Nusa, di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Jum'at (16/8).
Saya yakin PBNU beserta komponennya mampu bergerak secara sinergi satu sama lain.