Satu keluarga dari Temanggung, mengantar anak yang wisuda di Semarang menggunakan mobil rental.
Selesai acara wisuda mau pergi ke studio foto, tiba-tiba mobil dicegat dua mobil yang mengaku Debt Collector, lalu mencoba merebut kunci mobil dan memaksa pengemudi turun untuk alasan koordinasi dan mengecek nomor rangka mobil.
Pengemudi mobil tetap bertahan pada posisinya karena posisi dia sebgai penyewa yang tidak berhak menyerahkan mobil ke pihak lain, dan menyaankan untuk ke kantor polisi saja. Pria yang mengaku Debt Collector ini beralasan mobil punya keterlambatan pembayaran sejak 2023, dan tetap memaksa pengemudi untuk turun hingga terjadi tarik-menarik (yang tidak sempat divideo).
Setelah perdebatan panjang akhirnya pengemudi ke Polrestabes Semarang, dan ditunjukkan bukti kepemilikan mobil yang lengkap dan sah, akhirnya pihak debt collector pun pergi.
@Jateng_Twit Klu sperti itu tidak ada tindakan dong kepada depcoletor, padahal depcoletor telah melakukan intimidasi, pak pol hrsnya bertindak ko malah di biarkan pergi begitu saja sperti orang yg tidak bersalah
🚨 Kesejahteraan Guru Honorer banyak dikritik dan menjadi sorotan masyarakat.
Bukan kesejahteraannya yg ditingkatkan, malah lehernya dipenggal alias diberhentikan.
😢
Lagi-lagi terjadi, dr. Aida eks direktur RS di Lampung ditetapkan tersangka atas kerugian negara, karena karena renovasi ruangan ICU dan kebidanan, agar pasien BPJS dapat berobat.
Fisiknya ada, dr. Aida pun ga terima sepeserpun.
Cc. Presiden @prabowo
Kebijakan apa lagi ini, belum cukup matikan industri otomotif dalam negeri dengan borong mobil, motor dari negara lain, sekarang peternak lokal yang berjuang seadanya dari nol pun mau di matikan.
Rupanya menguras anggaran tidak memb*n*h rakyatnya, sekarang masuk lebih jauh lagi v*nuh usahanya.
Sampai kapan ini terus berlanjut?
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA
Udeh lewat 5+ taon
CCTV ada. Saksi ada. FBI turun tangan.
Tapi pelakunya? Kyk NPC glitch. Hilang. Gak ke-detect.
—
7 Januari 2019.
Pagi hari. Gang sepi Baranangsiang, Bogor.
Seorang siswi SMK, Adriana Yubelia Noven, ditusuk saat berangkat sekolah.
Direkam CCTV. Di ruang publik. Di dunia nyata. Bukan crime series Netflix.
Indonesia waktu itu literally nahan napas.
Krn ini bukan kasus biasa.
Rekaman CCTV sampe dikirim ke FBI.
Yes. FBI. Teknologi forensik digital level dewa.
Harapan smua orang: “Oke, skrg pasti ketemu.”
Reality check: ZONK.
Pelaku tetep anonim, tanpa nama. gak ada jejak
Polisi udeh:
• Periksa 34 saksi
• Olah TKP ulang
• Kantongi bbrp kandidat pelaku
Tapi bukti kuat? Masih gak cukup.
Dan waktu? Jalan terus.
Hari jadi bulan. Bulan jadi taon
Skrg? Lebih dari 5 taon
Coba cerna pelan-pelan:
Pembunuhan.
Di jalan umum.
Terekam kamera.
Tapi sampai hari ini… no closure.
Ini bukan cuma soal satu kasus.
Ini soal rasa aman yang retak.
Soal keadilan yang muter-muter di tempat.
Soal keluarga yg hidup dgn luka yang gak pernah selesei.
Yang paling bikin merinding bukan cuma pelakunya.
Tapi fakta bahwa dia mungkin masih hidup normal…
jalan di trotoar yang sama…
ngeliat berita yang sama…
tanpa ada yang tahu siapa dia.
Keadilan gak boleh expired.
Dan kasus ini belum selesei !!