Guys, boleh bantu aku viralin mamaku?Mamaku sekarang gabung jadi driver perempuan di aplikasi Sida Safe, aplikasi khusus perempuan, ibu & anak.
Jujur aku happy lihat mamaku punya kesibukan baru ini, karena mamaku tuh emang tipe org gabisa diem di rumah
She’s literally 50+ tapi energinya kaya anak muda hobinya jalan, motoran, ngobrol sama orang, dan selalu cari aktivitas baru. Tipe orang yang kalau disuruh diem di rumah malah bete sendiri.
CC:threadsellaptr
Obrolan tadi sore selepas lari waktu istirahat di sekitaran taman menteng Bintaro, tiba-tiba Ibu paruh baya umur 50an mendekat.
👩🦱 : Dek boleh bantu larisin dagangan ibu?
GW : Emang dagang apa bu?
👩🦱 : Gorengan risol, Ibu jual es juga kalau mau beli. Udah keliling dari siang masih sisa banyak. (Btw si ibu jalan kaki sambil bawa 2 termos) 😭
GW : Berapaan bu gorengannya?
👩🦱 : 2 ribuan dek, 5 ribu dapet 3!
Whooops.. (Ternyata si Ibu punya Qris) 😂
GW : Kalau semuanya jadi berapa bu?
👩🦱 : 50 ribu aja dek gpp ngabisin, nanti ibu kasih bonus es Good Day
GW : Loh, nanti Ibu tekor gak?
👩🦱 : Gpp yang penting Ibu gak bawa pulang, soalnya kalau gak habis kadang suka Ibu bagi-bagi ke orang dijalan.
(Nyesss... Auto kena empati) 😭
GW : Yaudah bungkus semua deh bu, saya bayar pake Qris ya. (Gw bayar 100k belio auto nangis matanya berlinang).
Risolnya saya makan 3, sisanya tolong Ibu bagiin aja ke abang ojol dijalan yaa.. (Auto di Doa'in banyak bangettt gaess) 😭
Sehat-sehat selalu ya Ibu 🙏
> be Magnus Carlsen
> at 2 - solving adult puzzles
> at 5 - learns chess just to beat his sister
> at 13 - draws against Kasparov
> Kasparov retires 3 months later
> at 19 - youngest world #1 in history
> wins 5 world championships
> gets bored. just quits
> models for fashion campaigns on the side
> tops Fantasy Premier League rankings for fun
> plays poker in national championships
> "defending titles doesn't interest me"
Magnus Carlsen just won $250,000 on an iPad. He had no computer. His wife wouldn't share her MacBook. He won anyway.
Wolves resmi degradasi dari Premier League. Damn, setelah empot-empotan ga selamat juga ini klub.
Terakhir kali mereka menang di liga itu awal Maret. Tebak lawan siapa? Liverpool-nya Arne Slot. XD
Pengen bahas salah satu ‘what if’ terbesar Wolves: Vitinha. Ada yg tau ga midfield maestro PSG ini pernah mampir ke Wolves?
Ceritanya, pas pandemi, FC Porto lagi ada financial problem. Mereka terpaksa ngelepas beberapa pemain buat longgarin keuangan klub. Dua pemain pindah ke Wolves: Fabio Silva & Vitinha.
Silva dijual permanen £35juta, sementara Vitinha di-loan semusim pakai klausul beli £17juta. Harapannya Porto, Wolves mau nebus Vitinha di akhir musim. Namanya lagi BU, it’s okay, semua cara yg paling bisa ngasih profit dicoba.
Vitinha yg seumur hidup di Portugal & temenan sm expat, akhirnya jadi expat di Inggris. Adaptasinya waktu itu sama sekali gak gampang, entah di dalam atau di luar lapangan.
Secara total, selama semusim dia main 22 kali, mostly dari bangku cadangan, bikin 1 gol & 1 assist. Temen setimnya, Fernando Marcal, pernah ditanya L’Equipe kenapa Vitinha gak works di Wolves. Jawabannya, gaya main Vitinha ga mengakomodir skema si pelatih, Nuno Espirito Santo.
Vitinha suka carry bola lama buat baca tempo, sementara Nuno maunya dia main simple & cepet ngalir. Menuju akhir musim, Nuno dipecat Wolves. Pelatih penggantinya, Bruno Lage, gak mau permanenin Vitinha. Dia pikir £17juta itu perjudian yg terlalu berisiko. Ya udah deh.
Akhirnya, buat musim 2021/22, Vitinha balik ke Porto & di-plot jadi deep lying playmaker. Pas bursa transfer, Porto nawarin Vitinha lagi ke Wolves (masih BU 😭) tapi Wolves tetep ga mau bayarin.
Eh ternyata Vitinha konsisten bagus sampe akhir musim dan dateng lah PSG nawar dia 2 kali lipat dr tawaran Porto ke Wolves, £34juta. And the rest is history.
Tahun lalu, Rio Ferdinand interviu Vitinha sblm final UCL & nanya soal ‘flop’-nya dia di Wolves. Vitinha jawab: “context is everything.”
Di atas, gue udah jelasin konteksnya. Kalo kita emang ga berjodoh sm sesuatu, mau dicoba gimana pun ga akan bisa. Bisa tanya juga ke Serge Gnabry yg 2016 ga dapet menit main di West Brom, tapi 2 tahun kemudian malah jadi starter di Bayern München.
You can’t rush greatness. 💫
A 13-year-old Canadian kid uploaded R&B covers to YouTube in 2008 from his bedroom. A talent manager named Scooter Braun stumbled on the videos and signed him.
For the next 15 years, Braun controlled everything. Tours, branding, business deals, public image. The kid became the biggest pop star on the planet, sold 150 million records, racked up 32 billion Spotify streams, and had three Diamond-certified singles before turning 25.
Then in 2022, he got hit with Ramsay Hunt syndrome. Partial facial paralysis. Cancelled the world tour. Disappeared from public life entirely.
Here's where it gets interesting.
In January 2023, he sold his entire 290-song catalog to Hipgnosis for $200 million. Every song he'd ever released. "Baby." "Sorry." "Love Yourself." All of it. Gone. At 28 years old, he cashed out his past.
Then he dropped Scooter Braun. After 15 years. No manager. No agent. For the first time in his career, nobody was making decisions for him.
Fast forward to this weekend. Coachella calls. He picks up the phone himself. Rolling Stone confirmed he negotiated his own headlining deal directly with Goldenvoice. No agent commission. No manager cut. $10 million for two weekends, and he kept all of it.
Then he walked onto the biggest stage in music, sat down behind a MacBook, and pulled up YouTube.
He played "Baby" from 2010. He played his bedroom covers from 2008. He harmonized with his 13-year-old self in front of 100,000 people. Katy Perry joked about whether he had YouTube Premium.
Half the internet called it lazy. The other half called it genius.
They're both wrong. It was a receipt.
He sold his catalog for $200 million. He fired the man who discovered him. He negotiated his own deal. And then he went back to the exact platform where it all started and said: I built this from a laptop. I'm headlining Coachella from a laptop. And for the first time in my life, every dollar is mine.
The kid from YouTube just closed the loop.
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Udah nonton podcast radit yg bareng sm owner HMNS?
Wah keren parah sih!
Background geologi itb, freshgrad diterima di pertambangan gaji 2 digit, ditolak, pilih Magang sbg copywriter gaji 350 rb di perusahaan sepatu,
Karena perform,
setahun magang ditawari jd ceo sister company tmpt magangnya, mulai bertugas ceo pas company terlilit hutang, 1 th jd ceo omzet naik 100x😃
Setelahnya cabut krn negosiasi untuk ia bs ikut punya share ga berhasil.
Tabungan 10 juta, bikin marketing agency. Tp krn ia merasa kurang puas ketika ide marketingnya tidak well executed ketika tdk ia jalankan sendiri, akhirnya dia bikin produk sendiri sbg pembuktian ide-ide marketingnya bs works!
Jadilah parfum HMNS yang bau-baunya membersamai memori kita itu😅
Yup!
Dia-lah bos parfum HMNS yg populer itu.
Yg aku pelajari : curiosity, daya tahan, dan totalitasnya memang luar biasa!
Mungkin gak tercepat, tapi Macaulay Culkin, iya yang main Home Alone, sekarang sehat dan punya keluarga kecil.
Waktu usia 20an keadaannya parah banget, sempat ditangkep bawa narkobes, diprediksi media hidupnya paling 6 bulan lagi, gue pikir bakalan meninggal, tapi nggak, dia bangkit dan melawan kecanduannya.
Kok bisa bangkit? Tahun 2017 dia mulai pacaran sama istrinya yang sekarang.
All we need is love. 💕
Macaulay dulu. Macaulay sekarang
I accidentally deleted a browser.
I bought a new PC today.
After setup, I uninstalled Microsoft Edge.
Then, I realize,
I don’t have any other browser now.
I can't install a browser without a browser.
Please help...
sat next to a guy on a flight who smelled like old money
rolex. tailored suit. reading a physical newspaper like it was 1987.
figured he was some finance executive or inherited wealth.
we got talking. I mentioned I sell stuff online.
he put down his newspaper.
"what kind of stuff?"
digital products. courses. ebooks. that kind of thing.
he smiled weird.
"I made $4 million last year selling a PDF about aquariums."
I thought he was messing with me.
he wasn't.
this guy is 61 years old. spent 30 years as an accountant. hated every second of it. retired at 55 with decent savings but nothing crazy.
his hobby was aquariums. had been keeping fish tanks since he was 12.
"my wife told me to start a blog so I'd stop boring her with fish facts."
so he did. wrote about aquarium stuff 3 times a week. water chemistry. tank setups. fish compatibility.
for 2 years nobody read it.
"I had maybe 50 visitors a month. all probably bots."
but he kept going because he had nothing else to do.
year 3, one article ranked on google. then another. then another.
suddenly he was getting 100K visitors a month. all people searching for aquarium help.
"I realized these people would probably pay for a complete guide. so I wrote one."
147 pages. everything about setting up and maintaining an aquarium.
priced it at $47.
first month: $6K
first year: $340K
last year: $4.2 million
from a PDF about fish tanks.
I asked about his marketing strategy.
"I don't have one. google sends people to my blog. blog mentions the guide. people buy it. I go play golf."
no email sequence?
"I have a newsletter. I send fish tips once a week. sometimes I mention the guide at the bottom. that's it."
no upsells?
"I made a second guide about saltwater tanks specifically. $67. people who bought the first one usually buy the second. that's my whole business."
no team?
"my wife helps with customer service. we get maybe 10 emails a day. most are just people showing us their tanks."
this 61 year old retiree built a bigger business than most "entrepreneurs" I know.
no ads. no funnel hacks. no growth strategies. no personal brand.
just mass expertise in one weird niche and patience to let it compound.
before we landed he gave me advice I didn't ask for:
"everyone your age wants to get rich fast. that's why most of you stay broke. I wrote about fish for 2 years before making a dollar. now I make more than I did in 30 years of accounting. speed is overrated. patience pays."
the plane landed. he grabbed his newspaper and walked off.
probably went home to feed his fish.
Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.