Halo semuanya!
Mulai tanggal 26 Agustus, film “Agito: Perang Kekuatan Super” akan tayang di bioskop-bioskop Jakarta.
Saya berharap film ini akan dicintai oleh banyak orang di Indonesia.
Terima kasih banyak karena kalian telah mencintai Kamen Rider.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menontonnya bersama keluarga di bioskop terdekat!
Terima kasih, Indonesia! 🇮🇩
Saya sangat khawatir setelah mendengar kabar tentang gempa besar yang terjadi di Indonesia.
Saya berdoa semoga semua yang terdampak dan sedang menghadapi masa-masa sulit ini tetap selamat.
Semoga tidak ada lagi kerusakan dan korban yang bertambah.
Dari Jepang, saya mendoakan keselamatan seluruh masyarakat Indonesia.
Tetap kuat, Indonesia.
Surya: tapi happy ngga lo sama hidup yang sekarang Des?
Desta: jujur? ngga....
Darto: kenapa?
Surya: ada yang kurang?
Desta: se-happy happy nya gue tetap ada sesuatu yang 'nahan' gue gitu, nahan untuk happy, gimana si..beda ya kalo kita jaman SMA dulu kan kita mikirinya kan happy kuliah sama temen2 gitu bercanda main, kalo skrg kan, banyak banget yg harus dipikirin, ambil job ini apa ngga ya
Surya: tapi kan banyak org yang ngeliat lu living the dream gitu, smua orang banyak yg bermimpi untuk jadi kayak lu
Desta: cerai?
Surya: bukaaaaannn, bukan dlm hal itunya,
Omesh: kayak lu dapet duit dari yg lu sukai, lu motoran, punya ini punya itu
Desta: balik lagi sekarang, kan td gue uda bilang, harta itu kan bukan segalanya, emang kebahagiaan bisa dihitung dengan harta? zaman dulu nih gue SMA, gue cuma mikir, gua nanti kerja nine to five, cukup kredit rumah, rumah kecil aja yang penting warm suasananya, mobil satu, udah cukup. Sekarang alhamdulilah gue punya rezeki banyak gitu, cuma kayak...bukan itu loh tujuan awal gua..gua suka ngerokok nih di teras sambil ngeliat mobil gua, 'apa ini yang gua cari ya?"
Omesh: jadi ada pertanyaan batin gitu ya, jadi sampe skrg kalo ditanya berarti apa yang lu cari?
Desta: anak-anak gue happy, udah itu doang, ga ada lagi
ini dia yang kalian tunggu kan wahai fans Ronaldo
13 menit video yang menggambarkan kegagalan Argentina merampok Piala Dunia dari Spanyol
Football is saved, kata orang-orang. silakan kayu bakarnya masih anget 🔥🔥🔥 https://t.co/JH4ribSMpb
Ada yang sampai tweet & retweetannya kelihatan emosi banget, padahal kegagalan Arsenal bisa banget dibuat lucu-lucuan sama fans klub lain (karena memang banyak yang lucu).
Mungkin keluarganya dulu pernah diculik sama pendiri Arsenal. 😊
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂
Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai.
Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka.
"Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝
Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal.
Cirinya cukup mudah dikenali qo:
1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri.
2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara.
3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi.
4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom.
5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri.
Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci.
Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan.
Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang.
Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang.
Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan.
Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini.
Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu.
Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti.
Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era.
Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain.
PADA AKHIRNYA,
Klub juara mengangkat trofi 🏆
Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤
Sedangkan penganut SIRIKISME,
mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Ingin sekali meladeni kebodohan fans Manchester United 😅😅😅
Sayang sekali lagi gak bisa reply karena masih error ini X.
Lucu banget club yg dulu sombong karena juara, sekarang cuma bisa ngebacot dan keliatan bahagia saat Arsenal gagal juara di final UCL 😅😅😅
Dari mentalitas juara, jadi mentalitas pecundang.
What a downfall.
Back to Back Champions Leagues… Congrats to PSG! Luis Enrique absolute genius 🏆
Shout out to Arsenal, brilliant season, changed the narrative. Gabriel an absolute rock & no shame when it comes down to penalties! Respect 👊🏽