2023 begitu indah. Tuhan beri banyak kejutan indah tahun ini. Betapa indah bs berkarya, betapa indah mencintai dan dicintai. Satu yang kurang: Rasanya tahun ini kurang peduli dan jarang beterima kasih ke Tuhan dan keluarga. Smoga 2024 dikuatkan utk jadi manusia yg lebih baik 😇🙏🏼
🚨 Jurgen Klopp on whether he misses his rivalry with Pep Guardiola after taking charge of Germany:
“I had my first proper sessions with Germany and afterwards I was sitting there thinking, ‘Okay… this is different.’
Then somebody asked me if there was anything I missed about club football.
Unfortunately, I thought of Pep. [laughs]
I spent years trying to get away from this man. You win 10 games, you look at the table and City have won 11. You get 97 points and somehow you’re 2nd. Before playing them you spend 3 days thinking about what Pep might change, then the game starts and he’s put a midfielder at left back for some reason.
It was exhausting.
But I miss it.
Because we believed in football differently. Pep wanted control. I wanted the game to become something nobody could control. He wanted 25 passes before hurting you. Sometimes I wanted three.
Neither of us changed for the other one. We just kept trying to prove our football could beat the other’s.
And I think that’s why those Liverpool-City games felt different. It wasn’t only two great teams. It was two completely different answers to the same question.
Now I’m with Germany and maybe one day Pep takes a national team.
🗣️ Reporter: “You actually want that?”
🗣️ Klopp: “Of course.
Give him Spain. Give him Brazil. Give him whoever he wants.
Then maybe we meet in a World Cup semi-final and spend another week pretending we’re enjoying ourselves. [laughs]
I think football deserves one more.
Pep once said he’d sleep better when I left Liverpool.
He’s had enough sleep now.”
plot twist: babi itu sebenernya hewan yang obsesi sama kebersihan.
mereka guling-guling di lumpur bukan karena jorok ,tapi karena itu satu-satunya cara mereka ngademin badan. babi gak punya kelenjar keringat seperti manusia.
kalau dikasih pilihan? babi lebih milih air bersih daripada lumpur. penelitian konfirmasi: babi yang dikasih akses pancuran, mereka mandi rutin.
yang bikin mereka "jorok" bukan instingnya ,tapi kandangnya.
jangan salahkan karakternya, salahkan sistemnya. 🙏
Full grown adults that can’t swim, cycle, skate, backpack, take a gap year, vacation, play an instrument or speak multiple foreign languages. Just a lifetime of hustling and trying to leave survival mode. These are subtle poverty metrics that no one really talks about
Di salah satu PTN terkemuka Indonesia, ada Wakil Rektor yang S1-nya dari kampus itu, S2-nya dari kampus itu, S3-nya dari kampus itu.
Guru Besar sejak 2024.
Fenomena ini ada namanya: academic inbreeding ,ketika seseorang mendapat seluruh pendidikan akademiknya dari satu institusi, lalu memimpin institusi itu.
Riset internasional konsisten menemukan: academic inbreeding melemahkan produktivitas riset, mempersempit perspektif keilmuan, dan memperkuat status quo yang seharusnya dikritisi.
Bayangkan seorang penguji soal yang tidak pernah belajar dari kampus mana pun selain kampus yang soalnya ia buat sendiri.
Kita mau cetak SDM unggul global.
Tapi bagaimana caranya, kalau orang yang memimpin proses itu belum pernah keluar dari satu jendela yang sama?
Sesuai dugaan. Playbook mulai dimainkan.
Danantara nerbitin utang
Arahnya dijadikan lembaga off-budget.
Kalo utang via Danantara, maka:
-debt ratio
-debt service ratio
-deficit
tidak naik signifikan secara PEMBUKUAN PEMERINTAH. Jadi ga melanggar threshold di UU Keuangan Negara
Guru atau dosen kita mungkin pernah melarang mengawali kalimat dengan "dalam" atau preposisi lain. Mereka tampaknya khawatir kalimat kita kehilangan subjek seperti contoh di bawah ini.
- Dalam penelitian ini menemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ❌
- Menurut penelitian Rizal (2023) menemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ❌
Penghilangan preposisi di awal kalimat memang membuat kalimat menjadi lebih lugas.
- Penelitian ini menemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ✅
- Penelitian Rizal (2023) menemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ✅
Namun, kalimat sebenarnya boleh saja diawali preposisi ketika bagian itu merupakan keterangan.
- Dalam penelitian ini, kami menemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ✅
- Dalam penelitian ini, ditemukan pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan. ✅
Perangkaian kalimat itu lentur asal kita tahu caranya.
Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
Menarik. Jika saya mati besok saya ingin diingat oleh orang-orang yang saya kasihi. Tidak perlu ditangisi karena sesungguhnya saya bahagia memiliki mereka. Dan semoga mereka bisa merasa bahwa selama ini saya sangat menyayangi mereka. Maaf karena harus pergi lebih dulu 😊
Dibalik Tentara Terakota, Seni Kejayaan Abadi Kaisar
Jika kalian mati besok, kira-kira kalian ingin dikenang dengan cara seperti apa? Apakah dengan sepucuk bunga? Atau hanya disimpan fotonya oleh orang-orang terkasih?
Well, Kaisar pertama dinasti Qin memiliki ide yang lebih dibanding yang lain. Pasalnya, saat kematiannya, dia ingin dibuatkan 8000 patung pasukan yang akan menemaninya sebagai pasukan di alam kubur.
BERAT BADAN IDEAL TAPI RISIKO KEMATIAN 2X LEBIH TINGGI? KOK BISA?
Sebagai anak sport science, saya perlu jelaskan karena ini penting banget.
👉🏽 Silahkan repost dan simpan thread ini.
🔥A Thread🔥
Sabar ya mbak, Privilege bayar tiket dan nonton bola di Tribun itu emang begini.
Bisa keluarin unek-unek dengan plong! Kalau di depan TV begini bisa-bisa sendal mamak melayang ke MUka soalnya.
Asal ga ngerokok mah biarin aja..
@jntexpressid no resi JO0305898448 tolong dong segera dianter min, sudah 2 hari masih stuck si gudang Ketileng Semarang. Barangnya sudah dibutuhkan. Terima kasih.