Sekarang gue ngerti kenapa Bapak yg satu ini benci bgt sama kultur "therapy-speak" dan "pop psychology" di sosmed.
Dampaknya bener-bener gak karuan, bikin banyak orang salah kaprah.
The enshitification of all things therapy
👉 begins with social media influencer culture (digital marketers performing expertise they do not possess)
👉 takes on moralistic tones: “good people” identify with it and “bad people” dismiss it
👉 shapes expectations of future therapists who expect graduate training to be a continuation of TikTok U
👉 for-profit graduate training programs continue deliver what tuition-paying customers expect
👉 the graduates go on to become instructors and supervisors in these same programs, completing the circle of enshitifcation, making recovery impossible
@sedangdipagar Psikolog/Psikiater emang mesti aware dan sensitive dengan background sosial budaya dan ekonomi kliennya, tapi ya bukan berarti terus ceramah soal marxian theories dll. Itu mah tugas utamanya political scientist dsb. Gk semua mau dicekokin certain ideology, mlh unethical takutnya
@sedangdipagar Well, untuk orang" dengan severe mental problem ngelakuin hal mundane sehari" aja belom tentu bisa, makanya ya treatmentnya mungkin involving hal" yg kesannya sepele kyk gitu. Jdi gue kurang setuju ya kalo itu dibilang "sedative", gk sesimpel itu.
@prasprasetja Kok gue ada feeling kalo in the future relational psychodynamic approach or sejenisnya bakal high demand ya. Kyk in the future, AI makin canggih, orang" jdi makin "pinter" tau banyak hal ttg dirinya, tapi mungkin justru yg paling dicari ya "relational experience" yg gak ada di AI
@saludosparatii Beda bgt sama pundit yg onoh, modal improv doang cuap", jarang baca dan riset, ngomongin statistik sama data paling anti, analisanya subjektif dan sotoy. Kalo didebat lgsg bawa" umur, gue udah nonton bola puluhan tahun, lu anak kemarin sore wkwkw
Ini gue ngomongin Roy Keane ya
@bIaugrana1899@BetaKopites Si James Justin juga problematik itu kan dulu endorse Binomo wkwkw terus juga gak ada minta maaf lagi, diapus apusin doang videonya wkwkw
Lagi ini kan bahasannya soal perkara bid siaran liga kan. Terus kenapa segala bawa bawa kesalahan lama wkwk. Dikira orang kgk bisa berubah
@bstrd0999@febrinand Kalo mau contoh lebih lama lagi ada Tommy Lawrence di Liverpool tahun 60an. Liverpool emang udah punya legacy unuk ngehasilin kiper yg agak unorthodox
https://t.co/ppIBhDhekg
@bstrd0999@febrinand Swanseanya Rodgers udah main ball playing gk sebelum Laudrup, kipernya dulu Vorm/DeVries. Swansea emang kuat tradisi main posession footballnya diawali dari Paulo Sousa - Roberto Martinez - Brendan Rodgers - sampe Laudrup, bahkan pas Graham Potter juga mainnya kaya gitu
@bstrd0999@febrinand Kalo mau contoh ball playing gk lagi ya ada Pepe Reina Liverpool, Arsenalnya Wenger awal awal, kalo mau lebih lama lagi ada Bryan Gunn nya Norwich City dan Bruce Grobelaar Liverpool
"The special trait making me an anarch is that I live in a world which I 'ultimately' do not take seriously. This increases my freedom; I serve as a temporary volunteer."
— Ernst Jünger, Eumeswil (1977)
People love playing this stupid game where they pretend Freud isn't one of the intellectual titans of the fin de siècle and didn't influence virtually all of European and American fiction, drama, and visual arts. We are very clearly living in Freud's world.
“Freud’s great hope was that his work would make some contribution to biology. That was a delusion. His new science, psychoanalysis, or the talking cure, cured few if any. And yet the power of mind manifested in his essays is almost unmatchable. His inventiveness is Shakespearean, even though, as with Montaigne, his principal guise is Freud the solitary brooder.”
—Harold Bloom, “Sigismund Schlomo Freud: Speculation and Wisdom”
@forethinkerr Lu keliatannya org yg reflektif dan pinter ya, lu juga udah nulis sendiri nih di medium lu tentang "holding two opposing truths", nah kenapa gak di apply ke diri lu sendiri dulu?
Malah bikin statement yg black and white dan menggeneralisir😅
@forethinkerr Bruhh orang tuh marah karena statement lu itu hitam-putih dan menggeneralisir, apalagi keluarga bukan sesuatu yg bisa lu pilih.
So mereka bukan marah karena lu punya preferensi itu.
Proving your point? Point apa broo? Twit lu yg ini sama yg lu quote itu gk ada hubungannya wkwk