En Japón, debido al calor insoportable y a veces peligroso que hace durante el verano, este jardín de infancia ha instalado un techo retráctil para que los niños puedan jugar a la sombra
Di Denmark, ada perpustakaan yang bukunya bisa ngomong balik.
Namanya Human Library.
Kamu datang, pilih "judul buku" dan judulnya bukan novel atau ensiklopedi.
Judulnya: Pengungsi. Penderita Skizofrenia. Mantan Narapidana. Tunawisma.
Kamu duduk bareng mereka. 30 menit. Boleh tanya apa aja.
Nggak ada yang dihakimi. Nggak ada topik tabu.
Konsep ini lahir tahun 2000 di festival musik Roskilde, Denmark dan sekarang sudah ada di lebih dari 80 negara.
Slogannya cuma tiga kata: "Unjudge Someone."
Yang paling sering "dipinjam"?
Orang dengan gangguan mental, skizofrenia, bipolar, anxiety, autisme.
Dan hampir semua pembaca pulang dengan satu kesimpulan yang sama:
"Ternyata dia nggak beda jauh dari saya."
Itulah yang bikin Human Library powerful. Bukan program. Bukan seminar. Cuma ngobrol.
Saat seseorang belum menikah di usia tertentu, jawabannya ga pernah sesederhana satu atau dua alasan. Selalu ada banyak hal yang berjalan di belakangnya.
Ada yang masih memikul tanggung jawab finansial keluarga. Ada yang belum percaya bahwa pernikahan akan membawa kehidupan yang lebih baik. Ada yang takut pada komitmen, ada juga yang masih ingin memberi ruang seluas-luasnya untuk dirinya sendiri. Apa pun alasannya, semuanya valid.
Pernikahan bukan ajang judi tentang siapa yang paling cepat sampai. Bukan pula perlombaan tentang siapa yang lebih dulu menikah. Pernikahan membutuhkan banyak kesiapan. Ga hanya materi, tapi juga mental, hati, dan kesadaran untuk bertumbuh bersama orang lain.
But somehow, I feel like her question carries a bit of regret.
It's okay, Mama Pau. Jalan hidup setiap orang memang berbeda. Ada yang memilih fokus membenahi diri, ada yang mengabdikan waktu untuk keluarga, ada yang membangun hidup bersama pasangan, dan ada yang masih menikmati perjalanan hidupnya sendiri.
Ada yang menikah lalu bahagia, ada yang menikah lalu gagal. Ada yang terlambat menikah dan menemukan kebahagiaannya, ada pula yang memilih tidak menikah dan tetap menjalani hidup dengan penuh makna.
Apa pun pilihannya, apa pun hasil akhirnya, ga ada yang lebih baik atau lebih buruk. Kita cuma sedang berjalan di waktu dan jalur yang berbeda.
SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻
Melihat video bagaimana menstruasi terjadi ini harusnya bisa membuat kita lebih menghargai perempuan.
Menstruasi bukan “cuma keluar darah”.
Bagi jutaan perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, setiap bulan adalah perjuangan dengan berbagai keluhan seperti kram perut, punggung pegal, kepala pusing, payudara nyeri, hingga mood berantakan karena hormon. Bahkan pada perempuan dengan endometriosis, mioma, atau PCOS, nyeri dan perdarahan menstruasinya bisa lebih berat.
Untuk para perempuan, kalian hebat banget!
Kalian tetap bangun pagi, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap mengurus keluarga, meski di dalam tubuh sedang “perang”.
Terima kasih karena telah kuat.
setelah pacaran 11 taun dan gagal, taun depannya aku udah pacaran sm orang lain. Sering dibilang kok udah move on aja. wkwk setelah sakit bertahun-tahun, akhirnya aku bisa ikhlas move on, perasaan jg udah dibiarkan "mati" sbelum official putus.
Dari sisi pihak yg disakiti, ngapain romantisasi grieving orang "brengsek" lama-lama, they don't deserve our feeling anymore. fokus sama kebahagiaan sendiri aja.
Aku selalu bilang, happy people attracts happy people. miserable people always try to drag u into their miserable life too.
And I'll always choose to be happy first.
tata cara solat di kendaraan ini prinsipnya sama. islam itu mudah tapi jangan meremehkan yaa
🔅pertama, soal BERSUCI. selama masih ada air, maka wajib berwudhu. jadi selama ada toilet, berwudhulah semampunya. klo sulit, cukup wudhu anggota wajib wudhu saja (basuh muka, basuh tangan sampai siku, usap kepala, basuh kaki sampe mata kaki)
kalau tayammum padahal ada air dan bisa wudhu di toilet? maka bisa ga sah☺️
🔅kedua, soal SOLAT.
yg disepakati seluruh ulama dan paling aman adalah: solat di musola/masjid dan bisa di JAMAK sebelum perjalanan jika sekiranya bakal ngelewatin waktu solat tertentu (bisa jamak dzuhur asar atau maghrib isya).
atau misal berangkatnya abis asar, dan kendaraannya ga berhenti kecuali sampe di tujuan dan itu ba’da isya, nah bisa solat maghrib & isya ketika sudah sampai tujuan dgn di JAMAK pula.
bahkan bisa jamak qoshor saat sudah sampai kalo lokasi tujuannya sudah keluar dari kota yg kita tinggali.
apalagi kalo antar kota biasanya hanya menempuh beberapa jam saja jika pake kereta/pesawat. kalopun naik bis, kadang ada mampir ke rest area di tengah perjalanan.
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif.
Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah.
Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi.
Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS.
Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional.
Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri.
Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨