Mau dikatain Anak Abah, anaknya lulusan UI. Dikatain Anak Ganjar, anaknya lulusan UGM. Kampus top semua.
Atau gak dikatain mirip junjunganmu. Dimiripin Pa Ganjar, hobinya marathon. Dimiripin Pa Anies, hobinya baca buku. Hobinya bagus semua.
Padahal diskusinya bkn soal tataran siapa nama pemimpinnya, tp apa kebijakannya.
Kalau emang semua kebijakannya top global terbaik dan ekonomi sehat alam terjaga, mau sinchan yang jadi pemimpin jg w gamasalah.
@mesatu_ Salah satu sifat yg gw paling heran dan sebel orang indo : mudah sungkan dan ga enakan sama pejabat, kurus dikit kasihan, sopan dikit kasihan.
Kenal aja kaga, dapat duit belum tentu, dapat ruginya iya
ternyata negara ini MAMPU loh ya ngasih tunjangan sarana prasarana layak ke satu aspek kalau ada POLITICAL WILLnya.
bayangin betapa makmurnya guru-guru kita di pedalaman. bayangin akan betapa majunya pendidikan dan sdm kita kalau fasilitasnya jor-joran gini.
what a dream. 🤤
Same old trick:
"bocoran" dilempar dulu lewat buzzer.
Kalau rame, tinggal cuci tangan dan teriak hoaks.
Kalau pada diem, nanti tinggal disahkan.
Negara yang kerja dengan cara begini pantas disebut negara kampungan, nggak ada tata kelola blas 😒
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Paham kan kenapa Prabowo gak suka kebebasan pers? Ya karena ini
Bagi diktator kayak dia, pertanyaan dan kontra argumen adalah hal subversif yang bisa menggoyang kekuasaan dan ilusi stabilitas
Buat dia semuanya harus satu komando. Persis rezim militeristik yang dia bangun
Ya gimana mau untung, asal kalian tau, GA flight ke Tokyo, flight attendant nya nginep di Hilton Tokyo, Odaiba yang semalemnya 6-7jt di normal season.
Gila kaan
Kasih masukan berisiko masuk penjara. Lempar pertanyaan dibalas lempar molotov. Melaporkan yang tidak baik malah dilaporkan karena mencemarkan nama baik. Kritik keras berujung disiram air keras
.
Kepada siapa rakyat harus berlindung ketika negara tidak mampu melindungi?
Menurut ahli yang bisa menghitung. Secara sederhana :
- 100 Giga watt membutuhkan 185 juta panel surya
- membutuhkan area seluas 1200 km atau 1,5 kali luas jakarta.
Pak @prabowo
Turunkan sedikit egonya. GAk perlu harus mendapatkan validasi level dunia. Cukup lakukan :
- cari pasar untuk menjual barang produk kita
- bangun produsen baik pertanian hingga industri
- otomatis akan menyerap lapangan kerja
- otomatis akan menurunkan pengangguran
- otomatis akan mengurangi kriminalitas
- otomatis akan mensejahterakan rakyat
Saat ini PLN masih surplus listrik... dan merugi. Jangan nambahin beban lagi.
Tanpa perlu kampanye, 2029 akan terpilih kembali. Itu saja fokusnya. Jangan ngglambyar kemana mana. Gak jadi semua nanti...
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
Dari kemarin kutahan2, tapi tindakan goblok2 in orang selevel dosen dan subspesialis di medsos apalagi dosennya jelasin baik2 itu dah tindakan bajingan
Mencetak 1 dokter subspesialis yg berkenan mengajar itu sulit. Kok waton dibantah.
Koe ning ngarepku tak idoni su.
Ngeliat cardiologist diceramahin tentang Gerd and Jantung sama netizen yang ga punya background medical harusnya bikin kita sadar kalo pendidikan gratis itu jauhhhhhhhhh lebih penting daripada makan gratis…
Rakyat protes baik-baik, ga ada yg dengerin. Kritik lewat kesenian (lagu, lukisan, buku, musik) dinilai subversif lantas dibungkam. Protes pake demo, dibilang anarkis dan ditangkap kayak kriminal.
Lantas mesti gimana cara ngasih tau pejabat kalo kebijakan mereka tuh ga bijak.