dari sekian banyak circle pertemanan ibu2, baru kali ini aku masuk circle yang tiap ketemu bahasannya antara saham dan ternak ayam ☺️
senin depan kita ngumpul lagi, agendanya mancing mujaer di danau depan rumah.
wkwkwk, semoga langgeng ya Allah ☺️
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
padahal dulu aku suka banget nonton Apa Kabar Indonesia Malam era tina talisa dan chacha annisa.
entah kenapa kalau jurnalis masuk ke pemerintahan tu kesannya mengecewakan..
Tina Talisa : mantan presenter TV, lulusan dokter gigi , ditunjuk Gibran jadi Stafsus Wapres bidang UMKM, digitalisasi, stunting, dan ekonomi syariah.
Tidak ada rekam jejak substansif di bidang2 itu. Tapi rupanya jabatan itu memang bukan tujuan akhir.
7 bulan kemudian, sambil masih menjabat Stafsus, dia resmi jadi Komisaris PT Pertamina Patra Niaga , anak usaha BUMN energi terbesar Indonesia.
Dua jabatan. Dua sumber penghasilan dari uang negara. Dijalankan bersamaan.
Ini bukan pertama kali. Sebelumnya dia juga Stafsus + Jubir di Kementerian Investasi era Bahlil selama 4 tahun. Artinya ini bukan kebetulan. Ini pola yang berulang, dari rezim ke rezim.
Yang menarik: UU BUMN melarang rangkap jabatan untuk menteri dan wamen.
Tapi untuk Stafsus? Abu-abu. Dan keabuan itu dimanfaatkan dengan sempurna.
Sementara di luar sana:
a. Pelaku UMKM antre KUR berbulan-bulan, ditolak karena tidak punya agunan.
b. Bayi-bayi lahir stunting karena ibunya tidak punya akses gizi yang layak.
c. Rakyat bayar pajak, yang sebagian mengalir ke gaji dua jabatan sekaligus untuk satu orang yang tugasnya "mengawal" mereka.
Banyak negara dengan tata kelola serius melarang keras rangkap seperti ini karena satu alasan sederhana: kamu tidak bisa mengawasi kepentingan rakyat sambil duduk di kursi korporasi yang diawasi oleh atasanmu sendiri.
Tapi di sini, itu disebut karir yang cemerlang.
Yang dikawal bukan UMKM. Yang dikawal adalah posisi.
biasa sekali ngisi token untuk 3 minggu, sejak bulan kemarin jadi ngisi per 2 minggu.. pemakaian ngga ada yang berubah, di rumah pakai AC inverter dan semuanya direm di 40% daya.. masa iya tiba2 naik 30% 🥲
akhirnya aku subscribe iqiyi trus kita nonton exhuma 🤣
ganti genre dulu biar ngga bosen.
harus baik2 sama bapake karena dia sobat ngedrakorku satu2nya 🥰🥰🥰
sering terjadi..
kalau lagi kelas yoga atau di tempat gym, kadang ngobrol sama member lain, diceramahin ini itu trus mereka nanya umur.
kubilang 33.
langsung hening 🥲
tambah awkward pas aku bilang anakku 2 dan lagi pada sekolah..
🥲🥲🥲
ada anak baru di tempat kerjaku
aku: "kelahiran tahun berapa?"
dia: "1995"
aku: "....."
dia: "kamu?"
aku: "2005"
JADI DARITADI DIA MANGGIL AKU KAKAK, DAN AKU MANGGIL DIA PAKE NAMA DOANG JADI KEK... KEBALIK ANJIR AKU YANG HARUSNYA MANGGIL KAKAK 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
pas ramadhan orang2 fomo i'tikaf 10 hari terakhir. sekarang orang2 fomo nambahin daftar haji ke wishlist.. tahun ini semakin jelas juga gambaran proses haji dan ujian2nya. semoga kelak bisa memenuhi undanganNya dalam keadaan sehat dan fisik yang prima..
bukan gara2 perang, dari sebelum MBG diluncurkan, orang2 sudah mengkritik bahwa MBG itu rawan korupsi, rawan nepotisme, rawan keracunan, rawan salah sasaran, punya potensi mematikan UMKM. Dengan anggaran sebesar itu, mekanisme pelaksanaannya ngga diatur ketat ya bocor kiri kanan.
@TradingDiary2 bro ini pendapat gw,silahkan didebat,dibantah,pak ijazah ga ada mencoba inject ke elit berharap economy trickle down,yg naik saham,ekonomi stagnan,yg skrg mencoba inject dari bawah dgn MBG dan kopdes,pelaksanaan belum sempurna,tp ya itu,tiba2 perang,jd kacau semua
1. ikn mangkrak pajak sia2
2. rakyat jatuh miskin, PHK dimana2, harga barang2 terus naik, rupiah merosot
3. terlalu slow padahal negara udah mau ambruk, ngga bisa tegas, dan jawaban ngeles ngga masuk akal
dengan 3 poin itu harusnya beliau udah jadi yang paling ngamuk sekarang