Terlalu banyak energi habis untuk berpikir menjalani hidup. Kalau hanya ingin debat-debat tak penting biar aku yang menyingkir. Biar aku dianggap kalah saja.
Kamu terbiasa menilai seseorang semata dari obrolan orang lain. Menerima bulat-bulat penghakiman dari orang lain akan seseorang. Tidak biasa mencari tahu sendiri. Jadi, ya, cukup. Tidak perlu dijelaskan lagi. Toh, perutmu biasa nelan yang mentah-mentah. Kadang nelan yang busuk.
Aku sudah melakukan sebaik-baik yang aku bisa. Sudah berjuang menjadi petarung dalam usia. Jika waktu belum memberi kesempatan untuk maksimal tumbuh, semoga Tuhan memberiku lebih banyak tangguh.
Hidup itu harus seimbang. Kemauan harus diimbangi dengan kemampuan. Dan keinginan harus diimbangi dengan keuangan. Kalo ngga seimbang hidup bakal jadi berantakan.