Aneh banget bangsat. Masukin “PENCEGAHAN” LGBT+ ke kurikulum pendidikan but sex education, “how not to be a rapist”, and how to respect differences—ethnicity, race, religion, skin color, language, culture, beliefs, and sexuality.
Hari ini ada sesi konseling. Ada anak laki laki gay dibawa ibunya untuk berobat biar jadi str8, pada akhirnya si ibu yang di konseling dan edukasi agar ibunya bisa menerima anaknya secara utuh 🙏🏻
Aku ga masalah sama "pelangi" tapi ga suka istilah "belok, menyimpang, lagibete/batuk, etc."
Selain itu, ga suka banget penggunaan istilah "normal". Definisi normal itu seperti apa? Yang pantas menentukan standar "normal" itu siapa?
Semoga, kedepan nya ketika hidup ku sudah membaik
Dan saat apapun itu, gaakan pernah ada orang yg masih menyimpan perasaan nya ke aku tapi harus melihat aku membersamai orang lain, yaAllah semoga gaada yg harus merasakn sakit itu karna aku